Lakara Lara di Ujung Luka (Sudah Direvisi)

Lakara Lara di Ujung Luka (Sudah Direvisi)

  • WpView
    Reads 10,003
  • WpVote
    Votes 719
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadComplete Sun, May 24, 2026
WpInfo
Fanfic
Enhypen
Arkana Esha Lengkara punya dua hal dalam hidupnya: jantung yang lemah dan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Di usia ketika remaja lain sibuk mengejar mimpi, Arkana justru berjuang untuk sekadar bertahan. Rumah yang seharusnya jadi tempat ia pulang berubah menjadi ruang paling sunyi baginya. Begitu asing. Saudara, keluarga, dan lingkungan. Semuanya meninggalkan retak yang tak terlihat, tapi terasa. Senyumnya hilang. Tawanya memudar. Dan dunia seakan sepakat bahwa kehadirannya tak lagi penting. Ketika penyesalan akhirnya datang, semuanya sudah terlambat. Karena tidak semua permintaan maaf mampu menyembuhkan lara di ujung luka. Jika hidup adalah tentang bertahan, seberapa kuat seseorang bisa bertahan sebelum benar-benar hancur? With warmt, Hiraeè R
All Rights Reserved
#345
alternatifuniverse
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Tujuh Hati, Satu Rumah
  • Aseano Samudra [End]
  • SACRIFIER | ONGOING and REVISION
  • LUKKA (MYG)
  • DERANA || PJS ✔ {Sudah Terbit}
  • AMORA [OPEN PO]
  • Asha's Notes [Tamat]
  • Angkasa dan Cerita
  • Semesta dan Lukanya [TERBIT]
  • TAMARA [ TERBIT ]
  • Sejenak Luka
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • The Wounded Soul (ft.ENHYPEN)
  • Menggapai Asa (RE-PUBLISH)
  • Neverending [END]
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines