Broken Life (End)

Broken Life (End)

  • WpView
    Reads 6,569
  • WpVote
    Votes 564
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Fri, Sep 5, 2025
Lilyana Nandeana Azrielia, gadis remaja berumur 16 tahun yang kebetulan masih duduk di bangku SMA kelas 10, Lily dikenal sebagai sosok yang jarang bergaul, hanya berkumpul dengan orang terdekatnya, sering di pressure semua orang dan kurang bersosialisasi. tetapi sebenarnya dia berkepribadian seperti itu karena ia menyimpan luka yang begitu dalam di rumah, bahkan ia trauma dengan suara pecahan kaca dan dia selalu menutupi semua trauma dan segala rahasianya dari teman-temannya. Lily hanya ingin ketenangan tetapi selalu saja ada yang mengganggunya.
All Rights Reserved
#28
moreen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Obsessed With You
  • Darkness [ORINE]
  • Rumah Kita-Aralie.
  • Leo ✔
  • She is my ex S1(end)
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • Spike !!! (JKT48 Gen 12 FANFICTION)

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

More details
WpActionLinkContent Guidelines