Egosentris

Egosentris

  • WpView
    Reads 4,696
  • WpVote
    Votes 468
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 11, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
College and University
Friends to Lovers
Slow Burn
"Tumor otak?" ulang Kanaya sekali lagi seolah meragukan pendengarannya sendiri, kembali memperhatikan jari tangannya yang berubah dingin. Kanaya tahu jika selama ini dirinya selalu ditinggalkan sendirian. Dia tahu bahwa tidak ada ruang baginya untuk sekadar mengeluh dan meminta perhatian. Namun, Kanaya tetap tidak pernah menyangka, bahwa dirinya akan sangat menyedihkan bahkan disisa-sisa hidupnya yang panjang dan melelahkan. "Lo tau? Katanya, bintang paling terang di langit malam, adalah bintang yang sebentar lagi akan padam." .... "Egosentric" is a self-centered attitude, focusing on one's own perspective and disregarding others. © Hak cipta dilindungi undang-undang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Diam, Aku Pamit {Terbit}
  • My Angel [END]
  • (N)ever Be Real [END]
  • WITHOUT ME [ON GOING]
  • ALTEZZA
  • 01.00
  • Antagonis
  • 00.00
  • MELEPASMU
  • ATHEEYA

Jika diberi pilihan, Kanaya ingin tetap hidup seperti biasa, bangun setiap pagi, berangkat ke sekolah, bercanda dengan sahabatnya, dan pulang ke rumah untuk mendengar ocehan kakaknya. Namun, kenyataan tidak sebaik itu. Hidup telah menuliskan akhir yang berbeda untuknya. Setiap detik yang berlalu bukan hanya hitungan waktu, tetapi juga pengingat bahwa ia tidak akan bisa melihat masa depan seperti orang lain. Ia tidak akan sempat dewasa, tidak akan sempat mengejar mimpi-mimpinya, dan mungkin... tidak akan sempat mengucapkan selamat tinggal. Tapi, Kanaya memilih merahasiakan semuanya. Baginya, kebahagiaan orang-orang yang ia sayangi lebih penting daripada kejujuran. Selama mereka masih bisa tertawa bersamanya, selama mereka tidak mengasihaninya, maka semua kepura-puraan ini masih bisa ia pertahankan. Namun, kebohongan tidak bisa selamanya disembunyikan. Lambat laun, kebenaran akan muncul-dan pada saat itu, Kanaya hanya bisa berharap mereka tidak membencinya karena telah menyembunyikan sesuatu yang begitu besar. Karena bagaimana pun juga, ini bukan kisah tentang seorang gadis yang bertahan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang sedang berpamitan, dengan cara yang paling indah yang bisa ia lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines