The Antagonist Deserves a Happy Ending

The Antagonist Deserves a Happy Ending

  • WpView
    Reads 185,795
  • WpVote
    Votes 10,855
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadComplete Sun, Oct 5, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Second Chance
Marriage and Divorce
Love Triangle
Pada suatu hari, aku tertidur setelah menyelesaikan novel yang baru rilis dan populer. Saat terbangun, aku berada di tempat asing. Tapi tunggu, mengapa orang-orang menatapku dengan kebencian dan ketakutan disana? "Hiks.." aku terkejut melihat wanita cantik berambut merah muda tengah menangis berlutut di bawahku. Saat aku hendak mendekatinya, seorang pria menghalangiku. "Sudah cukup, ibu. Saya benar-benar tidak bisa mentolerir perlakuan anda lagi." Ujarnya dengan dingin. Aku mengerutkan kening, ibu? Kapan aku melahirkan seorang anak? Tunggu! Wanita bersurai merah muda, sosok pria muda yang memiliki warna surai abu-abu dan pakaian yang mereka semua kenakanan. "Sial." Gumanku tanpa sadar, ketika menyadari bahwa kini aku memasuki novel yang terakhir kali kubaca.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐵𝑜𝑢𝑛𝑑 𝑇𝑜 𝑌𝑜𝑢
  • Lily the journeys to be a ruller [Van]
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins
  • become a father of two child {Tidak Di Lanjutkan)
  • I Just Do Everything I Want
  • THE PEARL OR RODRIGUEZ 2
  • Aku Terlahir Kembali (End)
  • Transmigrasi papa

Hai guys ini cerita kedua aku tentang tranmigrasi 🤗 jangan lupa follow yah biar gak ketinggalan --- Hidup di dunia yang bukan miliknya adalah hal terakhir yang dia bayangkan. Awalnya, semuanya terasa seperti mimpi-sekolah baru, teman baru, dan kehidupan yang seharusnya berjalan biasa saja. Tapi ada sesuatu yang tidak beres. Ingatan yang tidak sepenuhnya miliknya, perasaan aneh yang sulit dijelaskan, dan nama yang terasa asing saat diucapkan orang lain. Lalu ada dia. Seseorang yang tidak seharusnya memperhatikan, tapi selalu ada. Tatapannya menusuk, seolah bisa melihat lebih dalam dari yang seharusnya. Senyum yang jarang muncul, tapi terasa berbahaya saat ditujukan padanya. Perhatiannya terlalu intens, seperti seseorang yang tidak akan membiarkan apa pun lepas dari genggamannya. Semakin dia mencari jawaban, semakin kusut benang yang mengikatnya. Dunia ini terasa nyata-terlalu nyata. Tapi satu pertanyaan terus menghantuinya: Apakah dia benar-benar hidup... atau hanya karakter dalam cerita yang bukan miliknya? ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines