Br(other)s !

Br(other)s !

  • WpView
    Reads 33,891
  • WpVote
    Votes 3,428
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 8, 2026
"Tiga jiwa yang asing satu sama lain, tapi terikat darah yang sama-seperti akar yang tetap saling menggenggam, meski batang telah ditebang." _______ Kehidupan Gala, Ken, dan Naka bak dijungkirbalikkan setelah Yasa-sang ayah ditangkap karena kasus korupsi, Ibu yang seharusnya menjadi tempat mereka pulang dipanggil Sang Pencipta untuk selama-lamanya. Mereka yang sejak kecil tak pernah benar-benar akrab dipaksa tinggal bersama di tengah sisa-sisa kebangkrutan. Rasa asing, canggung, dan penuh amarah menyelimuti hari-hari ketiganya. Terlebih saat rahasia-rahasia kelam dari masa lalu mulai terkuak dan menjadi pecutan luka yang lebih dalam. Dalam tekanan ekonomi, luka kehilangan, dan rasa bersalah yang tak terucap, perlahan mereka belajar satu hal yang tak pernah mereka duga: bahwa di balik semua keretakan, masih ada kesempatan untuk menemukan arti keluarga yang sesungguhnya. Saat rumah runtuh dan harapan nyaris padam, hanya keluarga yang tersisa untuk diselamatkan-atau justru saling menyelamatkan.
All Rights Reserved
#47
teenfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Goodbye Summer [Brothership]
  • Laut Kepada Langit [Brothership]
  • Irreplaceable
  • What My Name Meant
  • BROTHERS
  • NOKTAH [Brothership]
  • Konstelasi Orion dan Cassius
  • Leftover Light
  • Bingkai Sunyi di Balik Dinding Hati
  • Delam 1999 (Selesai)

Landra belajar menjadi tuli dua kali; sekali secara fisik karena kecelakaan maut itu, dan sekali lagi secara batin karena penolakan Bundanya. Ia adalah matahari yang cahayanya sudah lama padam, namun dipaksa tetap bersinar demi menutupi hatinya yang hancur lebur. --- Elian benci kebisingan, tapi ia lebih benci saat menyadari bahwa keceriaan Landra hanyalah cara anak itu untuk menjerit tanpa suara. Dan hatinya, terusik akan hal itu. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines