Berikan Aku Rumah [Revisi Alur]

Berikan Aku Rumah [Revisi Alur]

  • WpView
    Reads 5,353
  • WpVote
    Votes 1,096
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 16, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Family Life
Abuse and Trauma
Discrimination and Bullying
Aku tidak tahu apa yang lebih menyakitkan. ‎ ‎Mendengar ibuku mengatakannya, atau menyadari bahwa sebagian dari diriku mulai percaya. ‎ ‎ "Aku salah apa, Ma?" ‎ ‎ Tidak ada jawaban. ‎ ‎ Aku menatapnya, menunggu sedikit saja rasa iba dari perempuan yang seharusnya paling mengenalku. ‎ ‎"Kenapa Mama benci aku segitunya?" ‎ ‎ Tatapannya tidak berubah. ‎ ‎"Karena kamu hidup." ‎ ‎ Karena terkadang, hal yang paling menyakitkan bukanlah mengetahui bahwa seseorang membencimu. ‎ ‎Melainkan mengetahui alasan di balik kebencian itu. ‎ ‎Ada sesuatu yang selama ini tidak pernah diceritakan kepadaku. ‎ ‎Sesuatu yang mungkin seharusnya tidak pernah kutanyakan. ‎ ‎Sebab tidak semua keluarga menyimpan rahasia untuk saling melindungi. ‎ ‎Ada yang menyimpannya karena kebenaran mungkin jauh lebih menyakitkan daripada kebohongan. ‎
All Rights Reserved
#3
humaira
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RAESHA (Revisi)
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • Rintik Hujan
  • ABLUVION {COMPLETED}
  • Valcano
  • 𝐉𝐞𝐣𝐚𝐤 𝐁𝐚𝐲𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐃𝐢 𝐒𝐌𝐀 𝐀𝐁𝐃𝐈𝐓𝐀𝐌𝐀
  • King Bullying [TELAH TERBIT]
  • [1] LUKA SEMESTA [END]
  • 𝑨𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • NALA KEENARA [Hiatus]

Judul Awal : 'METAMORFOSIS' diganti 👉 'RAESHA' "Terabaikan, kebebasan, pengkhianatan dan realita menyesakkan. Itu yang gue rasakan." -(Raesha) "Don't Worry. Ada gue yang bakal nganggep keberadaan lo, Ca." -(Jo) "Sayang Eca, tapi gatau Ecanya sayang siapa😥." -(Rava) "Kupu-kupu pun mengalami tahap sebelum menjadi sempurna. Laa Tahzan, Innallaha Ma'ana." -(Ammar) "Sakit dibales sakit. Sengsara dibales sengsara. Dan MATI dibales MATI. Itu yang bakal gue lakuin ke lo perlahan. Let's The Game Begin" -(Unknow) Saat hidup tak lagi berasa, seketika muncul setitik cahaya yang kemudian padam dan menyisakan sayatan menyakitkan. Saat kaki sudah mulai melangkah, fakta menyesakkan justru terkuak dan kembali meluluhkan butiran bening memilukan. »Ketika Cinta, Persahabatan, Keluarga dan Kematian berada dalam dimensi yang sama« 🐭[Ini kisah tentang sandiwara kehidupan yang tak semulus kain sutra]🐭 Penasaran?? Yukk tambahkan ceritanya di perpustakaan kalian😇. Sebelumnya maaf kalo ceritanya tak sesuai dengan angan kalian🙏 ©-M_P-🌱

More details
WpActionLinkContent Guidelines