Ambrosia Rebirth: A Journey Beyond Death

Ambrosia Rebirth: A Journey Beyond Death

  • WpView
    Reads 22,297
  • WpVote
    Votes 1,962
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 25, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dark Fantasy
Fairy Tales and Mythology
Ancient Civilizations
Setiap kehidupan Mara selalu berakhir di api. Kini, reinkarnasi menyeretnya kembali ke lingkaran pria-pria yang terikat pada dirinya: iblis dengan senyum sadis, dewa jatuh yang menyimpan rahasia, druid yang terikat pada masa lampau dan manusia yang terdistorsi oleh Ambrosia. Mereka mencintainya. Mereka membencinya. Mereka ingin memilikinya. Tidak ada jalan keluar kecuali menyerah pada cinta yang bisa menyelamatkan, atau menghancurkan segalanya. "Berhenti melawan, Mara. Kau tahu tubuhmu selalu mengenal sentuhanku." "Aku pernah membunuhmu sekali... kali ini aku akan membunuh siapa pun yang menyentuhmu." "Lawan aku, Mara... biar aku punya alasan untuk mengikatmu lebih keras lagi." "Kau milik kami, bahkan jika kau memilih mati." ⚠️Warning: Romance ini beracun.
All Rights Reserved
#339
darklove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Only for Villainess (Tamat)
  • Villain Obsession
  • MAHYA: The Hanged Lady
  • ALEXA 2 [SELESAI]
  • The Forbidden One
  • Life: Of The Fantasy World

Salah satu impianku adalah bisa merasakan nikmatnya menjalani kehidupan makmur; kenyang, tidak perlu memikirkan masalah ekonomi, dan satu-satunya masalah hidup hanya memikirkan "besok mau makan apa?" Nah, jenis kehidupan damai, mapan, dan nyaman seperti itulah yang aku dambakan. Akan tetapi, begitu kematian mendekat dan ajal berhasil memutus napas kehidupan dariku; aku justru menempati raga salah satu tokoh antagonis sampingan dari novel yang sangat aku gemari: Ruby! Tidak masalah andai aku pindah ke tubuh Ruby ketika dia sudah menjadi orang kaya! Namun, .... "Anak tidak berguna!" Begitu mendarat wali asuh Ruby sibuk menghajarku dengan tamparan. Hei, ini bukan jenis transmigrasi yang aku dambakan! Biarkan aku hidup sebagai warga makmur dan tenteram, bukan korban kekerasan dalam rumah tangga! Apa gunanya transmigrasi bila harus bersusah payah dari awal? *** "Jadi, dia putri adikku?" Armand, kakak dari mendiang ayah kandung Ruby, membawaku pindah dari rumah "Tangisan Anak Tiri" menuju kediaman Aveza. "Kenapa dia begitu dekil?" Pearl, anak perempuan Armand, langsung mengataiku sebagai warga kelas bawah. "Barangkali Ayah salah anak." Alex, anak lelaki Armand, menganggapku sebagai sebuah kesalahan. Hei, kenapa aku harus berhadapan dengan pedihnya kehidupan remaja? Tidak bisakah aku menerima kunci emas sebagaimana penerima transmigrasi dunia? Sudah cukup berat hidup di dunia nyata, aku tidak perlu menghadapi dilema remaja kedua kalinya! "Kau keponakan orang sekelas Duke Aveza?" Sislin, tokoh utama pria, ternyata lebih menyebalkan daripada penggambaran novel. "Enyah!" Viren, big villain, menandaiku sebagai sampah masyarakat. Kepada para tokoh utama dan antagonis, tolong biarkan saya hidup damai dan tenteram serta bahagia. Terima kasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines