High as the Hair on a Cat's Back

High as the Hair on a Cat's Back

  • WpView
    Reads 56,359
  • WpVote
    Votes 6,416
  • WpPart
    Parts 53
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 16, 2026
Bagi Mallory, menjadi anak prempuan pertama dari seorang Geralt Widjaya adalah sebuah privilage. Kekayaan keluarganya membuat dirinya merasa kalau apapun bisa ia beli dengan uang keluarganya, ataupun segala hal menjadi lebih mudah dengan menjual nama belakangnya. Menjadi keluarga Widjaya adalah sebuah privilage, namun bagaimana jika suatu hari Mallory dihadapkan pada situasi di mana uang uang keluarganya di batasi, dan nama belakangnya sama sekali tidak bisa di jadikan jaminan? Apakah si manja Mallory akan baik-baik saja? Bagaimana dengan kisah cintanya? Apakah Mallory akan selamat?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • Long Awaited Meeting
  • Love is all around Us
  • cinta MENGAPA gengsi (Completed)
  • Love Story  [REVISI]
  • Senorita in Trouble
  • CHANDRA PURNAMA
  • Sepasang Ceri
  • Caramel Maskiato - END (KaryaKarsa)

"Nggak ada perempuan yang baik yang mau sama pasangan orang!" Teriak Keira menatap sengit ke arah Bagas. "Kei!" Teriak Bagas membalas teriakan Keira. Disini Bagas yang salah, bukan perempuan kecil yang tengah ia gandeng bahkan perempuan kecil itu sekarang ketakutan bersembunyi di belakang tubuh Bagas. "Apa karena pernikahan kita berawal dari perjodohan kamu bisa seenak jidatnya membawa dia pulang?" Tangan Bagas yang bebesa memijat keningnya, ia tahu jika masa lalunya akan terkuak juga. Bagas disini bukan tidak menghargai Keira tapi ia tidak tahu hal apa yang harus ia lakukan. "Pelankan suara kamu Kei. Dia tidak bersalah." Pinta Bagas dengan nada sedikit mengiba. "Lantas kenapa dia ada disini? Kemana jal*ng kamu itu?" Keira sadar saat ia menikahi Bagas, Bagas memang masih memiliki kekasih. Tapi tidak harus membawa ekornya ke dalam pernikahan yang baru menginjak usia empat tahun ini, bukan? "Keira, stop bicara kasar. Lebih baik kamu masuk kamar. Aku mau mengantar Lala ke kamarnya." Putus Bagas dengan melangkah masuk ke dalam kamar yang dulunya ditempati tamu. "Kamu memang kelewatan Mas. Aku sadar jika aku belum bisa memberikan kamu anak, tapi jangan pakai cara seperti ini." Selesai mengatakan itu Keira bergegas ke kamar utama, ia membanting pintu sekerasnya. Langkahnya menyapu ruangan yang banyak memberi kenangan manis dengan Bagas, kedua tangannya mengambil koper dan menyiapkan beberapa barang yang akan ia bawa pulang. Harga dirinya sangat tinggi, jadi saat Bagas membawa anak itu kesini maka dirinyalah yang harus pergi. "Apa-apaan kamu, Kei." Bagas yang selesai menidurkan Lala sontak terperanjat dengan keadaan kamar tidurnya yang sudah seperti kapal pecah. Jangan tanyakan apa yang dilakukan Keira. Melangkah keluar, ia mengusap sisa air matanya. "Aku mau pergi dari sini, dan kamar ini seperti ini sama seperti hatiku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines