A Deadly Desire

A Deadly Desire

  • WpView
    Reads 9,190
  • WpVote
    Votes 7,188
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 9, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Crime
Mystery
Murder
Apakah semua kejadian b*nuh diri di sekolah ini dilakukan bukan karena keinginan sendiri? Melainkan dilakukan karena keinginan orang lain, sehingga memiliki banyak kejanggalan? Favian Aidhan Mahendra, seorang laki-laki introvert dengan jabatan ketua sekbid 2 OSIS menyadari bahwa kejadian b*nuh diri terlihat janggal. Bagaimana bisa dalam satu semester, lebih dari 5 siswa telah ditemukan b*nuh diri? Dengan rasa keingintahuan yang tinggi, ia nekat menyelidiki kejadian ini bersama teman-temannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] High School of Mystery: Russet Case
  • Pergi Tanpa Pamit
  • RAVIEL [END]
  • DISGUISE [SEVENTEEN VER] ✔
  • S Class[On Going]
  • DEXTER

[High School of Mystery 4] Sisi hanya bisa pasrah seraya menggerutu dalam hati saat Ellion yang disangka delusional terus mengekor karena mengaku sebagai cinta pertamanya. Selain karena tidak mau diganggu oleh kedua sahabatnya yang ingin "balas dendam", dia tidak terlalu menyukai keberadaan pemuda itu karena pemikirannya yang kadang bisa dikatakan absurd. Suatu hari, Sisi pergi ke markas lantai tiga untuk menenangkan diri. Seperti biasa, Ellion mengikutinya. Karena bosan, gadis berkacamata tipis itu akhirnya memutuskan untuk menceritakan kasus yang pernah terjadi berhubungan dengan ruangan yang mereka jadikan markas. Saat itu, Sisi terpaksa keluar dari kelas karena berdebat dengan Kevin saat jam pelajaran seni budaya. Meskipun kesal, gadis berkacamata itu terpaksa dihukum membersihkan ruangan kosong di sekolahnya bersama ketua OSIS yang ternyata buta nada. Ruangan tersebut berada di lantai tiga, tempat yang sangat strategis. Sehingga Kevin yang iseng memandang bangunan sekolah menemukan mayat di antara tumpukan sampah. Tanpa pikir panjang, laki-laki bita nada yang saat itu masih menjabat sebagai ketua OSIS segera melakukan penyelidikan sesaat setelah Sisi menyelesaikan hukuman itu sendirian. Dari hasil penyelidikan mereka berdua yang dibantu oleh Steve yang tanpa sengaja menemukan mereka di belakang kelas, merema menemukan seorang gadis pendiam bernama Ervina sebagai satu-satunya orang yang tidak memiliki alibi. Jika diperhatikan, kasus itu memang mirip dengan pembunuhan bintang sekolah yang sudah mereka selesaikan belum lama ini. Apakah gadis itu memang pelakunya? Atau dia hanya korban keadaan seperti Sisi? Cepat atau lambat, kebenaran pasti akan terungkap. Sebuah kasus dilatarbelakangi warna coklat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines