Jenggala: Please hug me [END]

Jenggala: Please hug me [END]

  • WpView
    Reads 2,719
  • WpVote
    Votes 248
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 10, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Author's Note ⚠️ Cerita ini murni hasil imajinasi dan karya asli penulis. Ditulis dengan waktu, tenaga, dan perasaan. ⚠️ DILARANG KERAS menyalin, menjiplak, mengklaim, atau mempublikasikan ulang sebagian maupun seluruh isi cerita ini ke platform mana pun tanpa izin penulis. Plagiarisme adalah tindakan tidak terpuji dan dapat ditindak sesuai aturan yang berlaku. Untuk para pembaca, mohon bijak dalam membaca. Hormati karya, penulis, dan sesama pembaca. Gunakan bahasa yang sopan di kolom komentar, tidak menyebarkan kebencian, tidak memaksakan opini, dan tidak membawa isu sensitif secara berlebihan. Jika ada kritik atau saran, silakan disampaikan dengan bahasa yang santun dan membangun. Terima kasih sudah membaca dan menghargai karya ini ✨ __________________ "Tolong biarkan aku hidup tenang. Sehari saja." Kalimat itu tertulis di buku harian Jenggala, tanpa tanda seru, tanpa tangis. Terlalu lelah untuk berteriak, terlalu terbiasa untuk berharap. Jenggala hidup, tapi tidak benar-benar menjalani hidup. Hari-harinya dipenuhi suara yang melukai, tangan yang tak pernah ramah, dan luka yang dipaksa sembuh sebelum sempat bernapas. Ia tak meminta bahagia-ia tahu itu kemewahan. Ia hanya ingin satu hari tanpa rasa takut, tanpa bentakan yang datang lebih dulu dari pagi, tanpa sakit yang harus ditelan diam-diam. Namun dunia seolah menolak permintaannya. Tenang adalah hal yang selalu luput, seperti cahaya yang sengaja dipadamkan setiap kali ia mencoba mendekat. Senyum pun menjadi barang asing, sesuatu yang pernah ada, tapi kini tak lagi ia kenali. "Senyuman lo terlalu mahal, kak," ucap Aruna pelan. "Saking mahalnya... gue gak pernah lihat lo senyum." Jenggala tak menjawab. Karena ada luka yang tak bisa dijelaskan dengan kata- dan ada hidup yang terlalu menyakitkan untuk sekadar tersenyum.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANTARA KITA
  • Angkasa (Forget Me Not)
  • 𝑨𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Peluk Aku, Tuan
  • Waktu?
  • Jejak Sunyi Diantara Hari

"Antara Kita" Cinta bisa menyembuhkan. Tapi cinta juga bisa jadi luka yang tak pernah sembuh. Alea, gadis SMA yang tengah mencari dirinya sendiri, jatuh hati pada Angkasa-lelaki dewasa yang penuh ketenangan, namun menyimpan luka lama. Hubungan mereka bukan sekadar tentang tawa dan pelukan manis. Ini tentang pertumbuhan, kesalahan, pengampunan... dan kehilangan. Di antara pelukan yang tak selalu ada, kata-kata yang sering terlambat diucapkan, dan masa lalu yang membekas, mereka belajar bahwa mencintai seseorang tak selalu berarti bisa bersamanya. Ketika kepercayaan diuji, ketika orang-orang di sekitar mulai masuk dan merubah cerita, dan ketika rasa sayang tak lagi cukup untuk menahan retakan... masih adakah "kita" di antara mereka? "Antara Kita" bukan sekadar kisah cinta dua insan, tapi tentang perjalanan menjadi dewasa, tentang ibu yang terlalu keras mencinta, tentang teman yang memendam perasaan, dan tentang harapan yang terus menyala meski nyaris padam. Karena terkadang, yang paling kita perjuangkan, bukan untuk memiliki... tapi untuk memahami.

More details
WpActionLinkContent Guidelines