Semboja Kedhung Jati [Seri Petualangan Mas Drag Episode #02]

Semboja Kedhung Jati [Seri Petualangan Mas Drag Episode #02]

  • WpView
    Reads 18,623
  • WpVote
    Votes 428
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Fri, Oct 24, 2025
Serial Petualangan Mas Drag & Slamet Penceng episode #02 : Semboja Kedhung Jati Mas Drag, demikian orang biasa memanggilku, penggalan dari nama panjangku, inDRA Gunawan. Aku seorang penulis amatir, yang biasa menulis cerita bergenre horor dan misteri di beberapa media online. Bersama Slamet Penceng sahabatku, aku sering berpetualang mengunjungi tempat tempat yang dianggap angker untuk mencari ide dan inspirasi bagi cerita ceritaku. Tak jarang, dalam petualangan itu aku sering mengalami kejadian kejadian yang aneh, janggal, atau diluar nalar. Sering juga aku nyaris celaka akibat terlalu ingin tahu tentang hal hal yang sebenarnya dianggap tabu. Tapi aku tak pernah jera. Demi kalian para pembaca setia karya karyaku, apapun akan kulakukan. Dan ini adalah salah satu dari sekian banyak kisah petualanganku. *) Rewrite dari cerita berjudul sama yang sebelumnya sudah saya publish dan tamatkan di platform Kaskus / KaskusSFTH
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • SEMALAM DI LAWANG KRAJAN [complete]
  • Pageblug Di Desa Kedhung Jati [Short Story Kedhung Jati 1]
  • JINGGA 3 (BAB 1 s/d BAB 32).. END ✔️
  • Melacak Jejak Kyai Jambrong [Seri Petualangan Mas Drag Episode #01]
  • The Sacred Jasi | Jasi Michelle
  • RUMAH TUA DITENGAH HUTAN #TAMAT#
  • JINGGA 5 ( I can see you dying) TAMAT BAB 1-30 END✔️
  • AKANDRA
  • Beetween Light & Ruin

(BASED ON TRUE EVENT) **** Ini adalah kisahku saat mengikuti perkemahan PMR Regional provinsi. Dimana lokasi yang ditempati merupakan tempat pembantaian terbesar PKI dimasanya. Kisah kelam korban di masa lalu membentuk entitas kengerian ditempat itu. Sosok-sosok yang masih tak terima saat dibantai karena ketidakadilan memenuhi lokasi area bekas Belanda tersebut. Disini mereka menanti. "Kebun Djengkol". **** BRAKKK... Tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya. Spontan aku yang kaget langsung berlari menjauhi. Ketika melewati tembok jalan keluar bilik kamar mandi, aku tak sengaja menabrak seseorang. "Cuk!!!" Awalnya pemuda itu sempat marah, namun ekspresinya berubah saat melihat wajahku yang sudah pucat pasi. Aku pun bengong sepersekian detik. Bukan, bukan karena terpesona melihat wajah orang tampan layaknya adegan film-film romantis remaja. Namun aku berusaha menenangkan diri dari sisa ketakutan. Pemuda itu menatapku dengan ekspresi yang susah dimengerti. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya kemudian. "Nggak apa-apa. Maaf nggak sengaja nabrak". "Kenapa? Habis liat hantu ya?" "Ah ituu ..." "Kuntilanak ma setan bocahnya masih ngeliatin kamu tuh." Ucapnya santai. Dadaku kembali berdegup kencang sambil mengumpat lirih. Kini aku ganti memandangnya lekat. Dan pemuda itu membalas reaksiku dengan menyipitkan mata. "Apa?" Tanyanya kemudian. "Kamu bisa liat kan 'mereka' kan?" "Liat apa?" Aku sedikit melangkah mendekatkan diri sembari berbisik "Demit" Pemuda itu sempat terbahak. Lalu tiba-tiba menjulurkan sebelah tangannya. "Aku Aji." ****

More details
WpActionLinkContent Guidelines