We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Serius, Kita Cuma Temen Kost?

Serius, Kita Cuma Temen Kost?

  • WpView
    Reads 24,929
  • WpVote
    Votes 897
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 16, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Contract Relationship
Slow Burn
Karena mereka sepakat tidak setuju dengan perjodohannya, mereka membuat perjanjian bahwa tidak boleh ada cinta di pernikahan mereka hingga waktu yang ditentukan. Jika melanggar perjanjian, maka pernikahan dibatalkan. ** Peringatan! Untuk teman-teman yang mau baca ini, perlu diketahui kalau cerita ini beberapa ada bahasan topik dewasa, kekerasan, mabuk, dan bahasa kasar. Mohon bijak memilih bacaan. Terima kasih ^^
All Rights Reserved
#26
islam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Baby's Contract✓
  • Langkah Dalam Kebetulan
  • Marriage Life || Lee Felix ✓
  • Sweet RomanShit
  • Astagfirullah, Husband! [RE-UPLOAD]
  • May I Love You?
  • Zauji Zaujati [On Going]

Cerita ini sudah tamat dan bisa kalian dapatkan versi lengkapnya di Karyakarsa kataromchick atau versi ebook di google playbook 'Faitna YA'. ~~~~ Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

More details
WpActionLinkContent Guidelines