MARCEL You're Not Alone|| Chenle ft NCT Dream

MARCEL You're Not Alone|| Chenle ft NCT Dream

  • WpView
    Reads 68,073
  • WpVote
    Votes 7,232
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadComplete Tue, May 12, 2026
WpInfo
Fanfic
NCT
Original Character (OC)
Kpop
Social Themes
NOT BXB ONLY BROMANCE! PAHAMI! Marcel, nama yang Cello dapatkan dari orang-orang tersayangnya. Hingga suatu hal terjadi, menjadikan remaja itu kehilangan jati diri, menutup diri dari pergaulan selama hampir tiga tahun, dan menolak dengan tegas nama Marcel sebagai sapaannya. Cello, panggilannya kini. Karena kekhawatiran orang tuanya, ia terpaksa dikirim ke tempat kakak sang ayah. Di sana, mereka berharap Cello bisa kembali seperti dulu, dan mau membuka hatinya untuk bercerita tentang sesuatu yang telah mengubah kepribadiannya. Bersama para penghuni kost nomer 7, tempat yang Pakdhe Jefri anggap mampu mengubah sang keponakan, Cello berusaha menemukan kembali jati dirinya. Bisakah Cello kembali pada pribadinya yang ceria? Mampukah para penghuni kost 7 membuat remaja itu membuka hatinya tuk bercerita? ------------------------------------------- UDAH PAKE CAPSLOCK NIH NOT BXB PAHAMI! Story only in wattpad
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KISAH DI BALIK PINTU || NCT DREAM
  • HOUSE OF 7 STRANGERS [SLOW UPDATE]
  • Sepekan Penuh Sayang [Tamat] || Jeno & NCT Dream
  • Little Snow Prince
  • Kembar 「NoHyuck」✔️✔️
  • Just Message
  • Renjun- NCT DREAM
  • Dear Nana [Nomin]
  • A Place After Us (7 Dream) ✓
  • KOMPLEK PERMATA | Renjun Harem ft. JiChen

{ TERSEDIA DI KARYAKARSA } Bandung, lima tahun yang lalu. Rumah besar di ujung jalan itu kehilangan detak yang paling penting, suara Ibu yang biasa membangunkan tujuh anaknya setiap pagi. Sejak itu, rumah itu berubah. Bukan karena catnya mulai pudar atau halamannya makin rimbun ditumbuhi rumput liar, tapi karena tujuh pasang kaki yang dulu selalu berebut kamar mandi kini belajar berjalan sendiri-sendiri meski tetap di bawah satu atap yang sama. Bapak Aksara, sang kepala keluarga, memilih untuk tidak menikah lagi. Ia membesarkan tujuh anaknya sendirian bukan dengan sempurna, tapi dengan cukup. Dan dari didikan yang penuh luka namun tak pernah kehabisan cinta itu, lahirlah tujuh karakter yang jauh berbeda satu sama lain seperti tujuh warna yang dipaksa muat dalam satu bingkai. Dan, inilah kisahnya...

More details
WpActionLinkContent Guidelines