KETOS GALAK [NoMin Tweets AU]

KETOS GALAK [NoMin Tweets AU]

  • WpView
    Reads 103,817
  • WpVote
    Votes 4,884
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 3, 2025
WpInfo
Fanfic
NCT
Cast : - LJN as Jeano Mahendra - NJM as Nathanael Lazuardi ____ Seantero Neo High School jelas tahu, anak tunggal kepala sekolah NHS yang kerap dipanggil Nael itu, luar biasa berandalan. Sering bolos, mengganggu murid lain, bahkan tawuran adalah jadwal wajibnya selama menginjak bangku SMA. Sialnya, kehadiran Jeano mengusik kedamaiannya. Ketua OSIS galak yang tidak kenal takut itu, bahkan menggagalkan tawuran besar-besaran yang sudah ia rencanakan dengan matang. Kurang puas mengganggu ketenangannya, sang ayah bahkan menugaskan makhluk menyebalkan itu menjadi mentor less private-nya. Sekaligus orang yang mengawasinya untuk memastikan Nael belajar dengan benar di sekolah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana [COMPLETED]
  • The Terror [NCT Dream] ✔️
  • ✅ Cliché, Na • [NoMin] | Book 1
  • Dear Nana [Nomin]
  • Panasea
  • Why Me? (NoMinGS) END
  • Noona! ✔️
  • Playboy | Na Jaemin

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines