pecahan kaca di sudut kota | END
Tujuh nyawa, tujuh luka, dan satu atap tripleks yang hampir roboh di pinggir rel kereta.
Mahendra, sang sulung yang pincang, memikul beban dunia di pundaknya demi enam adiknya yang tak lagi utuh. Rendra dengan paru-paru yang kian menipis, Januar yang terkunci dalam kebisuan, Haekal yang setiap napasnya adalah perjuangan, Jaka yang kakinya mati rasa, Candra yang dunianya sunyi tanpa suara, dan Jevan, si bungsu yang hanya tahu rasa lapar.
Hera dan Hidar.
Sepasang kembar yang memiliki segalanya, namun merasa hampa.
Crita ini bukan tentang si kaya dan si miskin, tapi tentang kekeluargaan, persaudaraan, dan cinta