Hati Yang Tak Terkawal

Hati Yang Tak Terkawal

  • WpView
    Reads 14,999
  • WpVote
    Votes 1,154
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 6, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Love Triangle
Highschool
First Love
[School life, Military, Familly, Comedi, Love] "Jangan lambat hei! jalan jongkok kalian yang cewek-cewek. Cepat!" "Di sini punya orang dalem juga percuma, nggak ngaruh." Gerutu gadis itu pelan sambil bergerak mengikuti instruksi tentara loreng galak di sana. "Kakimu yang bergerak, mulutmu diam." Gahyaka Zaima Hartanto. Gadis SMA lengkap dengan seragam pramuka itu menoleh kala mendapati Gilang, Ajudan ayahnya ternyata ada di belakangnya sambil berdecak pinggang. "Siap salah," Ucap Gahya malas. Ini kisah si Gahya, gadis SMA yang suntuk akibat terlalu sering bertemu dan di galakin Ajudan ayahnya. Di tambah, dia sering kena hukum dan marah selama camp leadership dari sekolahnya, dimana Gilang menjadi tentara pelatih dicamp tersebut. ‼️[Karangan asli penulis] Mulai : 22 Juli 2024 Selesai : - copyright by ameliathahir, 2024
All Rights Reserved
#3
teenage
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Apa yang Mereka tidak Tahu
  • 41 HARI
  • Untung Sayang
  • Impian Putra Pak Ketua Komite [TAMAT]
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Antara Nilai Dan Rasa [ON GOING]
  • BLOOMING [END]
  • Om, Ayo Nikah!
  • Cheerful Girl [ENDING]

[15+ Family and psychology] Aira Anidry tahu satu hal dengan pasti: berharap adalah cara paling cepat untuk hancur. Setiap kali ia menggenggam harapan-untuk dirinya sendiri, untuk keluarga yang tak pernah benar-benar memeluknya, untuk masyarakat yang gemar menghakimi, bahkan untuk Tuhan yang terasa begitu jauh-ia justru kehilangan kendali. Seolah hidup selalu menemukan cara untuk menertawakannya. *** Di rumah, Aira tumbuh di antara tatapan kecewa dan tuntutan yang tak pernah ada ujungnya. Di sekolah, ia belajar bahwa diam adalah satu-satunya cara bertahan dari ejekan dan hinaan yang tak kenal belas kasihan. Tidak ada yang tahu bahwa senyum tipisnya hanyalah topeng. Tidak ada yang sadar bahwa setiap luka yang ia telan perlahan sedang membunuhnya-sedikit demi sedikit. Aira berjalan menyusuri hidup seperti orang yang tersesat. Mencari ketenangan jiwa di tempat-tempat asing, sampai ia hampir lupa bagaimana caranya pulang. Karena sesungguhnya, Aira tidak lagi ingin dimengerti. Aira hanya ingin lenyap. Menghilang dari dunia yang tak pernah lelah menuntutnya menjadi sempurna. Start Update: 20/02/26 Finish:

More details
WpActionLinkContent Guidelines