fine line [END]

fine line [END]

  • WpView
    Reads 415,948
  • WpVote
    Votes 20,615
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadComplete Fri, Sep 12, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Naraya Adisthi pernah menjadi secret admirer seorang Arjuna Bagaskara, hingga kenyataan menamparnya dengan gagah, dirinya pernah dipaksa untuk melupakan hingga ia memutuskan pergi menjauh. Yogyakarta menjadi obat yang mujarab bagi wanita yang ingin melupakan masa lalunya itu, enam tahun lamanya ia menyibukkan diri hingga berhasil menyembuhkan hati, namun kini Arjuna menyapa lagi, akankah Nara kembali jatuh hati?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Pesawat Kertas
  • Cinta nyata seniman
  • Secret Admirer [END]
  • Di Antara Sorotan yang Padam
  • PANDORA'S BOX
  • Rindu yang berjarak
  • Janji Seribu Bulan ✓
  • My Secret Admirer [LENGKAP]

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines