Bukan Salah Nikah! (SELESAI)

Bukan Salah Nikah! (SELESAI)

  • WpView
    Reads 669,164
  • WpVote
    Votes 30,238
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Dec 31, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Elena tidak punya rencana apa pun dengan masa depannya. Termasuk menikah dalam waktu dekat. Tapi apa jadinya jika dia harus menikah dadakan lantaran keadaan. Terpaksa? Jelas dia terpaksa. Senang? Sedikit. No, no, no. Jangan hujat Elena lantaran dia bilang sedikit senang. Kalian tahu kenapa? Karna calon suaminya bahkan seratus persen bisa membuat Elena klepek-klepek hanya dalam waktu singkat. Dan jangan tanya kenapa terpaksa? Karena nyatanya Elena tidak mengenal dia. Tapi mendadak harus menikah dengannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAH (Menikah Dengan Mantan)
  • HALAI-BALAI | Antagonist Husband LENGKAP (SELESAI) TERBIT
  • Transmigrasi Seksi Bumil
  • Taken by You (Darius.E.Farick) on Dreame
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • JODOH UNTUK PAK DOSEN
  • PAIN [TAMAT]
  • We Are Destiny (NEW)
  • Xless Marriage
  • Dokter Cantik, Ayo Nikah (Tamat)

Amel di tawari uang senilai dengan jumlah yang harus ia bayar pada rentenir, sementara itu Evan ingin imbalan dari gadis di depannya, tentu saja... tidak ada yang gratis di dunia ini, Evan ingin Amel menjadi pengantinnya. "Kita tidur seranjang lagi?" Amel menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Merasa kikuk dengan pertanyaannya sendiri. Kenapa ia merasa malu? "Kamu mau kita pisah ranjang?" Amel melongo, kemudian mengibaskan tangannya, "bukan gitu maksud aku!" "Ya, terus gimana?" "Kita pisah kamar aja?" "Loh kenapa?" Evan bertanya bingung. "Ranjangku cukup kok buat kita berdua," ucap pria itu, sedikit mengulas senyum tipis kala melihat Amel sedikit gelagapan. "Bukan gitu, Van..." "Ya gitu gimana sih, Mel? Ga paham aku," jelas Evan. "Kita kan cuma nikah kontrak," ujar Amel sambil bercicit di akhir kalimat, hatinya merasa tidak nyaman mengucapkan kalimat itu, bukankah dulu itu keinginannya? "Yang kontrak itu kan perjanjiannya, nikahnya Sah kok, Mel! Nggak salah kalau kita tidur bareng." Amel terdiam. Merasa kalah telak dengan ucapan Evan. Pernikahan mereka Sah, secara hukum dan agama. Yang kontrak hanya perjanjiannya saja. Amel termenung. Benar juga. Lalu, apakah mereka akan menemukan bahagia di antara lika-liku rumah tangga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines