Fast Learner

Fast Learner

47.6K Reads 622 Votes 3 Part Story
Aulia Lim By AuliaLim Updated Feb 24, 2015

[Cerita ini mengandung kata-kata kasar, vulgar secara implisit maupun eksplisit, dan konten seksual yang tidak boleh dibaca oleh pembaca di bawah usia sesuai anjuran]
[Segala resiko harap ditanggung sendiri]
***
Meet Gerardi Miguel. 
Si cowok berkacamata, rambut klimis seperti dilapisi lem aibon satu kaleng untuk satu hari, dan otak terlampau tidak waras yang sangat tidak keren.  Lelaki berusia dua puluh lima tahun itu kerjanya hanya mendekam di ruangannya, bercinta dengan komputer dan bahasa yang beda dengan bahasa kalbu para wanita.
Ia perjaka tulen. Bukan karena tak tampan, tapi karena minim praktek dan maksimal di teori.

Meet Nicki Adriana.
She is the real bitch. Party goer.
Di mana ada pesta, di sana ada Nicki. Programmer muda yang baru lulus kuliah, hidup di atas meja bar, bersandar di tiang striptease, dan berjalan dengan tatapan lapar para lelaki. Otaknya terlanjur rusak. Tidak waras di tingkat maksimal. Ekstrovert murni.
Ia perawan tulen (sampai sekarang, belum tau nanti saat cerita ini dimulai). Bukan karena ia tak cantik, tak menggoda, atau tak bernafsu. Nicki adalah perempuan bernafsu besar namun minim teori dan praktek.

Lalu apa yang terjadi ketika mereka bertemu dalam keadaan mabuk, di atas meja bar, dengan orang-orang yang berteriak ingin melihat mereka bercinta saat itu juga?

chabun1484 chabun1484 Mar 19
Wow
                              Please atuh lah
                              Masa iya di meja bar
                              Ditonton sama semua yg lagi pd engga eling
                              OMG
                              apa bedanya sama pemain blue film
                              Lebih parah malahan
                              Karena ini jd live show
SeasonInTheSun SeasonInTheSun Jan 22, 2015
Anjir sumpah judulnya entah kenapa bikin ngakak. Aah. Ceritanya unyu eh wkwkwkwk. Next chaptnya ditunggu yaaa
SandikaOrchidia SandikaOrchidia Jan 22, 2015
Plotnya masih bisa didiskusikankah? Jangan di meja barlah, kasian... bartendernya