We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
We Are Sorry Halilintar | S1 And S2 [✓ Revisi On]

We Are Sorry Halilintar | S1 And S2 [✓ Revisi On]

  • WpView
    Reads 121,901
  • WpVote
    Votes 2,888
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Thu, Aug 6, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Abuse and Trauma
Family Life
Mental Health and Neurodiverse
Orang jahat itu, lahir dari orang baik yang pernah dikhianati oleh seseorang dalam hidupnya. ❝ Memaafkan bukan berarti menerima ❞ . Cerita ini memiliki 2 season yang digabung menjadi satu. @ τ α ν ν
All Rights Reserved
#175
gengmotor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • All The Memories {Elemental Boboiboy} [SLOW UPDATE]
  • Lost Emotions AU
  • Kenapa Aku Berbeda?
  • Loser [Halitau]
  • Boboiboy Solar_You Never Know
  • menebus kesalahan kami......
  • 𝙼𝙴𝚃 𝙰𝙶𝙰𝙸𝙽!!
  • TRAUMATIZED🪽(END)
  • Save and Protect
  • Secret Lullaby | Season II Elemental Daily |
  • Until Death Comes | Halilintar
  • Who's he. . .?[Complete]
  • Little Sister [Boboiboy Elemental]
  • we will always be with you: Solar
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • BROKEN
  • Saudara? [Season 2]
  • si Sulung & si Bungsu
  • Տᑕ┆ՏO ᑕᑌTᗴ!(。>‿‿<。ᘜᗴᗰᗰY ◥һіᥲ𝗍ᥙs◤

Nyatanya, mereka bertiga tidak sebahagia yang orang lain pikirkan. Di balik tawa dan senyuman yang mereka tunjukkan, terselubung luka yang tak seorang pun mampu melihat. Taufan yang ingin diakui keberadaannya. Ice yang mendambakan kebebasan. Dan Thorn yang haus akan apresiasi dari sang Bunda. Taufan terus mencoba membuktikan dirinya sendiri, berusaha untuk diakui, meski dirinya seringkali tak dihargai. Ice, meskipun selalu tampak tenang, namun ia terjebak dalam batasan tubuhnya yang rapuh, bermimpi bisa merasakan bebasnya dunia tanpa halangan apapun. Thorn, dengan segala usahanya, merasa tak pernah cukup baik untuk mendapatkan kasih sayang yang tulus dari sang Bunda. Di dunia yang mengagumi harmoni, tak ada yang tahu bahwa kehancuran perlahan mulai menghantui. Tapi, sampai kapan mereka bisa bertahan dalam diam? Sementara hati mereka perlahan terkikis oleh kesedihan yang mendalam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines