Princess of My Heart [Completed]

Princess of My Heart [Completed]

  • WpView
    Reads 223,300
  • WpVote
    Votes 26,864
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadComplete Sun, Jan 15, 2023
Berawal dari sebuah pertemuan yang tidak disengaja, hingga tanpa sadar membawa keduanya terjebak dalam perasaan yang sama. "Sekali lagi, terima kasih?" Mengerti tatapannya, Flo langsung menyerukan namanya. "Flo, Florenza Qiandra." "Yaa, terima kasih banyak, Florenza." Flo mengangguk, sebelum lelaki tersebut keluar dari mobilnya. Di tangannya, kini sudah terdapat sebuah kartu nama. "D'El Corporation, Denzel Edelsteen." Gumam Flo. Disaat hati beradu dengan gengsi, serta ego menghantui. Akan kah salah satu dari mereka mengalah? Berani mengungkapkan perasaan yang sebenarnya? "Lupain, apa yang saya bilang tadi. Karena setelah ini, mungkin saya juga bakal lupain perasaan saya ke kamu." -Denzel Edelsteen- "Maafin aku. Aku mau tarik ucapan aku waktu itu, perasaan Om ke aku, sama sekali ga salah. Aku emang bodoh, aku baru sadar sama perasaan aku sendiri pas Om ga ada disamping aku. Aku ga tau mau bilang apalagi, tapi yang jelas, aku nyesel, aku beneran takut, karena udah biarin Om pergi." -Florenza Qiandra-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • Tingkat Tiga
  • ON SIGHT (Completed)
  • Amor Eterno
  • Arsyilazka
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • BarraKilla
  • TOILOVE : TAEHYUNG (COMPLETE!)

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines