Kue Manis & Rasa Pahit | Hyuckna

Kue Manis & Rasa Pahit | Hyuckna

  • WpView
    Reads 140,934
  • WpVote
    Votes 12,171
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 23, 2026
WpInfo
Fanfic
NCT
Alternate Universe (AU)
Original Character (OC)
Band and Group
Haechan > Harsa Jaemin > Dikara Dikara cuma seorang penjaga toko. Takdirnya nggak semulus orang lain. Dia dituntut dewasa lebih cepat demi adik-adiknya, dan diminta mengalah terus-menerus demi kakak-kakaknya. Jadi bagian dari sandwich generation bukan hal yang mudah. Setiap hari, ada saja konflik, baik di rumah, maupun di tempat kerja, yang entah kenapa selalu berakhir di pundaknya. Yang Dikara inginkan sederhana, Sedikit ruang untuk bernapas. Menikmati sisa gaji yang pas-pasan untuk secangkir kopi di pinggir jalan, atau membeli kue manis yang dulu cuma bisa ia lihat dari balik etalase. Tapi hidup tak pernah benar-benar memberi jeda. Ekonomi keluarganya yang timpang membuat Dikara jadi seperti aset, dipakai untuk membayar semua biaya hidup masa lalu yang bukan salahnya. Sampai suatu hari, takdir sebagai kasir mempertemukannya dengan Harsa, seseorang yang sejak kecil punya segalanya, yang hidupnya tampak mudah dan nyaris tanpa luka. Namun justru Harsa lah yang menolak semua privilege-nya. Ia memilih kebebasan dengan cara yang tak biasa, dan perlahan, tanpa sadar, menarik Dikara masuk ke dalam labirin miliknya sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ATASANKU [ON GOING]
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • NCT JAEMIN REGANTARA💚 (END)
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • Perihal Sandwich(End)
  • Docter [END] [-REVISI)
  • Na Jaemin : Crazy Rich Jaemin [Completed]

Menjadi sekretaris di perusahaan besar seharusnya menjadi langkah awal yang baik untuk karierku. Namun, siapa sangka pekerjaanku justru membawaku ke dalam lingkaran tak berujung bernama lembur, revisi, dan perintah tanpa ampun. Dan semua itu berasal dari satu orang-atasanku. Dia dingin, perfeksionis, dan tak pernah sekalipun menunjukkan ekspresi selain ketidakpuasan. Bekerja dengannya seperti berhadapan dengan badai tanpa akhir-mencekam, penuh tekanan, dan melelahkan. Namun, di balik perintahnya yang tanpa kompromi, di balik tatapan tajam yang selalu membuatku ingin mengumpat dalam hati, aku mulai melihat sisi lain darinya. Sisi yang tidak pernah ditunjukkannya pada siapa pun. Dan itu berbahaya. Karena aku tahu, aku tak boleh terlibat lebih jauh. Dia adalah atasan. Aku hanyalah pegawai. Tidak seharusnya ada perasaan di antara kami. Tapi... bisakah hati benar-benar diatur hanya dengan logika? **** Happy reading🦋 Jangan lupa vote dan komen ya🌷

More details
WpActionLinkContent Guidelines