ππ€πƒπŒπ€ - [𝑻𝒉𝒆 π‘Ύπ’‰π’Šπ’•π’† 𝑳𝒐𝒕𝒖𝒔] βœ“

ππ€πƒπŒπ€ - [𝑻𝒉𝒆 π‘Ύπ’‰π’Šπ’•π’† 𝑳𝒐𝒕𝒖𝒔] βœ“

  • WpView
    Reads 1,471
  • WpVote
    Votes 194
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 8, 2026
Biru awalnya tidak pernah merasa nama yang diberikan oleh kedua orang tuanya itu aneh. Lagipula, nama adalah bagian dari anugerah dan manifestasi doa. Daripada tidak memiliki identitas, alangkah sedihnya. Biru juga tidak pernah merasa begitu terintimidasi sepanjang sembilan belas tahun hidup di dunia sampai ia harus mengetahui fakta bahwa ada Biru lain yang juga hidup dan bernapas di sekitarnya. Biru yang dingin, tidak tersentuh, dan memiliki tatapan kelam segelap laut kala malam. Biru yang tidak pernah ia sangka akan menjadi klimaks dalam kisahnya. "Kok, nama Kakak sama kaya aku sih? Orang tua kakak gak kreatif banget ngasih nama." Biru menatap jengkel. Ditatapnya laki-laki yang kerap minim ekspresi tersebut. "Saya gak punya orang tua!" Sang lawan bicara berdesis seraya memejamkan matanya sesaat. "Lagipula saya tidak meniru siapapun dan saya jauh lebih tua daripada kamu, Padma." Itu benar, hanya orang ini yang memanggilnya dengan nama belakang. Β©KaktusKelabu 2025
All Rights Reserved
#109
byeonwooseok
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BIRU
  • Something About You [END]
  • MR.MINISTER, ANYEONG!
  • Biru Tengah Malam (SELESAI)
  • Cerulean βœ”
  • VANILLABLUE
  • GAME OVER [TERBIT]
  • BIRU (Langit & Laut)
BIRU

Ini mengenai Biru dengan segala ketidakmungkinannya. Sempat ada rasa tidak percaya terhadap perubahan, apalagi soal hati. Itu dulu, dulu sekali sebelum aku menemukan salah satu dari sekian juta kata dalam kamus kehidupan. Tentang Biru, makhluk Uranus yang pernah kucurigai terdampar sampai di Bumi. Ironisnya, dunia selalu berujung sebab-akibat. Pendamparan Biru menyebabkan arah perputaran berubah. Duniaku tidak lagi berotasi pada Neptunus, perlahan namun pasti, rotasinya berpaling pada planet lain. Planet Uranus, tempat si manusia yang mungkin adalah sang sumber magnet terbesar disana. Dia Biru, manusia penarik semesta beserta isinya, bahkan perasaanku. Namun, berpaling sepertinya bukan pilihan yang tepat. Lalu apa yang harus dilakukan? meneruskan hidup dengan rotasi yang sama? atau merubah hidup dengan rotasi yang berlawanan? Dan Biru mungkin bisa menjadi jawaban, serta kesalahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines