We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SECRETS BEHIND SECRETS [ END ]

SECRETS BEHIND SECRETS [ END ]

  • WpView
    Reads 114,505
  • WpVote
    Votes 9,119
  • WpPart
    Parts 75
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 4, 2025
WpInfo
Fanfic
Bagaimana reaksi kamu ketika mendengar kata GENK ? atau sekumpulan anak-anak nakal yang mengintimindasi teman-teman sekolahnya ? Atau sekedar ingin terlihat hebat oleh Siswa / Siswi yang lain ?,Begitulah yang terjadi di Sekolah VERANDA INTERNASIONAL SCHOOL. Sekolah terbaik dan terfavorit di jakarta itu begitu banyak Genk-Genk yang terbentuk dari anak-anak orang kaya di indonesia. Mereka tak jarang melakukan kenakalan terhadap Teman sekolahnya bahkan teman sekelasnya sekali pun hal itu wajar terjadi. Hal ini sudah sering sekali menjadi buah bibir di kalangan masyarakat dan Bahkan di sekolah-sekolah lain.Hal itu membuat sebagian orang tua takut jika harus menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah tersebut. ____________________________ "Rain ?"sepertinya Ada 1 genk yang membuatnya penasaran dan ingin mencari tahu lebih dalam lagi. "Terus kalau boleh tahu dari latar belakang mana aja mereka ? .... Apa keluarga mereka dari kalangan baik-baik atau bermasalah ? "Tanya Rey. "misalkan mereka dari anak-anak broken home ? ... Sorry kalau gue banyak tanya"Alexa membenarkan kacamatanya lalu menatap Rey. "Gak papah .... Lo kan baru disini jadi harus tahu keadaan di sekolah ini ... Dan setahu gue mereka dari keluarga terpandang di Jakarta cuma itu yang gue tahu tentang mereka"jawab Alexa. "Kalau Lo mau lebih jelas ... Lo tanya aja sama pak Ujang ... Dia penjaga sekolah disini"Rey pun hanya mengganguk atas saran dari Alexa . "Dia juga yang menemukan salah satu Genk yang pingsan di belakang sekolah"Rey semakin penasaran dengan ucapan Alexa.Rey pun langsung pergi setelah Dia pamit ke Alexa. "Jadi kejadian itu benar-benar ada ... Kenapa pihak sekolah masih membiarkan mereka sekolah disini ?"herannya.
All Rights Reserved
#953
aqeela
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • You are in my past and my future [END]
  • COOL BOY VS BAD GIRL
  • only he is the one i want [ lilynn ]
  • She is my, MOMMY?
  • BEYOND THE GLASS WALLS
  • Aksareya
  • Mistake - KieSas
  • Nom0r 12 [GEN 12]

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines