TOUCH 2

TOUCH 2

  • WpView
    Reads 141,092
  • WpVote
    Votes 2,024
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 19, 2021
[Completed] [Telah diRevisi]✅ "Ketika kamu mengetahui kalau orang yang selama ini kamu anggap sudah tiada ternyata masih hidup." 🍸🍸🍸 Ini lanjutan dari kisah perjalanan cinta antara Aletta Stephany dan Alaska Dylandara. Setelah dinyatakan meninggal enam belas tahun yang lalu, ternyata selama itu Alaska masih hidup dan keberadaannya tidak diketahui oleh semua orang termasuk Aletta. Suatu ketika, saat Aletta sedang membeli kalung di toko emas, mata wanita itu terpaku kepada sepasang kekasih yang sedang memilih cincin tunangan. Salah satu dari mereka tidak pernah terhindar dari pandangan Aletta. Ia mengenalinya. "A-Alaska ?" 🍸🍸🍸 "Dia kembali membawa luka, bukan kebahagiaan."
All Rights Reserved
#223
alaska
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • Pak Dokter & Buk Tani
  • DARLENNA [TAMAT]
  • Aletta
  • AKSA BASKARA [END]
  • ALASKAR [ SUDAH TERBIT ]
  • INDESIRABLE
  • GARENDRA
  • VenTama [C O M P L E T E ]
  • ALVARENDRA (KETUA GENG MOTOR)

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines