We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ADURA
  • WpView
    Reads 3,760
  • WpVote
    Votes 898
  • WpPart
    Parts 62
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 11, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
[Novel Ini Sedang Direvisi] Yena, seorang gadis muda yang ditunjuk langsung oleh Raja Altair sebagai Pengawal Pribadi, juga pemegang sah Pedang Legendaris Er'dura, menghadapi ancaman yang mengguncang kerajaan. Pembunuh bayaran berkeliaran. Korban-korbannya ditemukan tanpa kepala. Isu ini menyebar luas, menciptakan ketakutan di seluruh negeri-termasuk ke Negeri Aisty. Saat Yena kelelahan oleh tugas yang tak kunjung usai, ia pulang untuk menenangkan diri. Di sanalah ia bertemu Hazard-seorang pria misterius yang baru saja pindah. Ia muncul dari bayang-bayang, mengenakan masker, dan memiliki ciri yang persis seperti deskripsi sang pembunuh. Siapa dia sebenarnya? Sekutu... atau ancaman? *** > "Tenang saja, Nyonya. Aku akan menuntaskan semua kejahatan Raja Altair zaman ini." >"Bagaimanapun kondisinya, keluarga adalah hal pertama yang harus kulindungi.". >"Aku juga seorang pangeran, tugasku melindungi kampung halaman dari para penghianat dan makhluk perusak." >"Walau kepentingan kami berbeda, tapi tujuan kami sama. Yakni, mengirimmu langsung ke neraka!" *** 𝗡𝗼𝘃𝗲𝗹 𝗶𝗻𝗶 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗱𝗶𝗮𝗻𝗷𝘂𝗿𝗸𝗮𝗻 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗮𝗻𝗮𝗸-𝗮𝗻𝗮𝗸 𝗱𝗶𝗯𝗮𝘄𝗮𝗵 𝟭𝟳 𝘁𝗮𝗵𝘂𝗻. 𝗕𝗶𝗷𝗮𝗸𝗹𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗰𝗮𝗮𝗻. ADURA © Deany Na 16/06/2020
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • 𝐊𝐢𝐧𝐠 𝐨𝐟 𝐃𝐚𝐫𝐤𝐧𝐞𝐬𝐬 ✓
  • Chandelier ✓
  • LOST IN THE PAST [ TAMAT ]
  • A Reader Who Wants A Happy Ending
  • END | I Will Avoid the Death Flag
  • (ADC) Antariksa's Detective Club 1.0 -New Member?「Completed √」
  • Dear ASSASSIN✓
  • SAMUDRA JINGGA ✔

First historical-fantasy Romance by Me! *** "Kenapa kau tampak begitu tenang, heh?" desisnya tepat di wajah Sang Ratu. "Kau bahkan memberikan obat subur untuk kami. Apa kau tidak takut posisimu akan tergulir jika aku memiliki anak dari selir lain?" napas Ghaozen bahkan terasa begitu tergesa di wajah cantik dan lembut milik Yueyin. Yueyin justru tersenyum tulus, "Saya yakin, tak lama lagi tempat saya akan berganti. Lalu, apa yang harus saya takutkan?" Ya benar, apa yang harus ditakutkannya? Karena sejak kecil Yueyin di didik tidak untuk menjadi orang yang serakah. Tidak untuk menjadi orang yang naif dan munafik. Ia bahkan sebisa mungkin hidup jauh dari jangkauan istana, namun sialnya pekerjaan sang ayah membuatnya terjebak dengan Raja saat ini. Raja yang dikenal berhati iblis! Istana adalah tempat yang mengerikan! Jauhi sebisa mungkin, Yueyin. Itu adalah pesan terakhir sang ibu padanya sebelum ibunya bunuh diri akibat perceraian dan fitnah kejam dari istana oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. "Kau lancang, Ratu!" Ghaozen semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Yueyin. Menatap bibir merah muda Yueyin yang tampak menggoda begitu membangkitkan hasratnya sebagai lelaki jantan. Namun, ketika kedua bibir itu nyaris menyatu, Yueyin lebih dulu memalingkan wajahnya. Membuat Ghaozen tersenyum sinis dan berbisik pelan, "Rumor itu beredar salah. Bukan aku yang tidak pernah mengunjungimu, Yueyin. Tapi, kau yang selalu menolak kehadiranku!" gumamnya sebelum keluar dari kediaman Yueyin dengan langkah lebar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines