Story cover for Islammu Maharku (Sudah Terbit) by mrsxmslmah_
Islammu Maharku (Sudah Terbit)
  • WpView
    Reads 365,753
  • WpVote
    Votes 51,814
  • WpPart
    Parts 66
  • WpView
    Reads 365,753
  • WpVote
    Votes 51,814
  • WpPart
    Parts 66
Ongoing, First published Mar 23, 2020
Versi Revisi ada dibuku

****

"Aku mencintaimu, tapi kenapa kau menolakku? Aku tampan, pintar, populer dan aku bisa melakukan apa pun dengan mudah. Apa yang kurang dariku?" -Zhang Yi

"Kau sangat tampan. Wanita mana pun jika dijadikan kekasih olehmu mustahil untuk menolaknya. Tapi maaf, aku tidak bisa." -Hayfa

Hayfa Luthfiana, mau tidak mau harus meneruskan kuliahnya di Korea Selatan. Ini semua karena bibinya yang dengan sengaja mendaftarkan Hayfa untuk mendapatkan beasiswa kuliah di Seoul National University dan lucunya ia diterima.
Di hari pertamanya menginjakkan kaki di kota Seoul ia sudah mendapatkan masalah. Hayfa bertemu seorang pria asing yang meminjam ponselnya lalu tiba-tiba pria itu kabur dengan membawa ponselnya dan masalahnya lagi, ternyata pria itu adalah senior terkenal sekaligus asisten dosen kelas bahasa di kampusnya.

***

Story by: Marisa Laora
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Islammu Maharku (Sudah Terbit) to your library and receive updates
or
#24hijrahcinta
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Catatan Hijrah cover
Jodoh Yang Dinanti √ cover
Kehormatan Cinta cover
Arsyilazka cover
My Beloved Boyfriend cover
 Tunggu Aku Dirumahmu Ukhti  cover
My Love is on Paper cover
Imam Untuk Aisyah cover
Menjemput Tulang Rusuk cover

Catatan Hijrah

9 parts Complete

CATATAN HIJRAH. "Lo tadi pagi salat subuh di mana?" Kubuka mataku, tapi tidak fokus padanya. Satu detik, dua detik, lima, enam, sepuluh. Akhirnya aku menoleh. Ibas menatapku dengan binar yang tak kumengerti. Sepasang bibirnya mengatup. "Salat subuh itu sebagai kepala dalam ibadah. Mau lihat seseorang, lihat dari subuhnya." Kini dia bengong. Apa dia tidak tahu? "Lo salat, kan?" "Lo bisa baca Alquran? Bukan, bukan sekedar baca, tapi benar mahkrojul hurufnya juga. Yang penting tajwidnya." "Lo muslim bukan, sih? Lo tahu kewajiban seorang muslim, kan?" Kini keningku berkerut. "Dalam islam, pacaran itu haram hukumnya," bisikku mendekat padanya. Aku harap cuma dia yang dengar. -NADA * Sekian tanya itu membuat Ibas bungkam. Apa yang akan dia lakukan untuk menakhlukkan hati gadis yang malah tertawa saat dia tembak. Bagimana jungkir baliknya Ibas memunguti memori akan pelajaran yang pernah dia lupakan. Agama. Ikuti perjalanan Ibas ya, temukan jawabanya di buku ini. Penulis: Retno Nofianti.