WHO I'AM

WHO I'AM

  • WpView
    Reads 11,226
  • WpVote
    Votes 437
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 14, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Enemies to Lovers
"Pergi! " "Nggak! " "Pergi! " "Gue nggak mau! " "Pergi! Sekalian dari hidup gue! " "..... " ________________________________________ Ini hanya cerita tentang seorang gadis yang ingin didengar dan dianggap! Seseorang yang ingin mengerti arti hidup dan cinta yang sebenarnya! -plagiat diharap menjauh! -cerita ini real karangan ide penulis! #173 in lelah (17-08-20) #172 in lelah (17-08-20) #167 in lelah (18-08-20) #166 in lelah (18-08-20) #114 in lelah (20-08-20) #112 in lelah (21-08-20) #518 in bahagia (05-10-20) #47 in lelah (05-10-20) #50 in lelah (08-10-20) #22 in lelah (10-10-20) #478 in bahagia(11-10-20) #308 in hati (19-10-20) #290 in hati (19-11-20) #256 in hati (30-11-20)
All Rights Reserved
#419
sadgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • LEARA
  • Perfect Queen
  • Mari Kita Berdamai dengan Luka  (TAMAT)
  • Kebahagiaan Kecil Aralie. [ End ]
  • Don't Leave Me (TAMAT)
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  •  EXHAUSTING(END)
  • Not Always Alone (Sudah Terbit)

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines