Detik dan Detak

Detik dan Detak

  • WpView
    Reads 734
  • WpVote
    Votes 116
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 25, 2024
Bercerita tentang Garda Bintang Angkasa remaja 17 tahun yang sudah tinggalkan ibunya di surga, ayahnya dipenjara, sedangkan dia harus merawat kakaknya yang merupakan pecandu narkoba juga adik perempuannya yang buta dan dia harus menjadi tulang punggung keluarga. "Bang Garda nggak capek? Pulang sekolah terus kerja sampai malem gini?" tanya Gerhana kepada kakaknya. "Abang mana punya rasa capek, Na? Kan, 5 tahun, 8 tahun ke depan Abang juga harus jadi tulang punggung keluarga. Makanya dari sekarang punggung Abang harus sekuat baja." Gerhana hanya diam dan memandangi kakaknya dengan pandangan sedih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • Paradise
  • Rest In Love
  • Semesta dan Lukanya [TERBIT]
  • Sejenak Luka
  • Miracle
  • Noda dalam Cinta
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • CAKRA  TOWARDS HAPPINESS!

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines