Blood of Love

Blood of Love

  • WpView
    Reads 5,274
  • WpVote
    Votes 791
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadMatureOngoing5h 14m
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 14, 2020
Apa jadinya jika seorang manusia jatuh cinta pada seorang vampire hingga ia rela memberikan darahnya pada vampire tersebut? Sebaliknya, saat manusia tersebut dalam bahaya, vampire tersebut rela melakukan hal terlarang untuk menyelamatkannya dengan darahnya sendiri. Lee Jihoon, seorang manusia biasa yang awalnya tidak menyangka bahwa ia akan jatuh cinta pada seorang vampire bernama Nam Eunsoo. Pada awalnya ia bahkan mengira bahwa ia sudah gila, ia bahkan tidak bisa dekat dengan wanita yang sesama manusia. Namun hatinya berkata lain, entah mengapa ia merasa nyaman berada dekan Eunsoo bahkan jauh sebelum ia mengetahui mengenai identitas Eunsoo yang sebenarnya. Nam Eunsoo, seorang vampire dari kalangan terhormat yang tinggal di dunia manusia. Vampire yang sangat mirip dengan manusia dan hanya membutuhkan asupan darah manusia seminggu sekali. Awalnya ia hanya meminum darah dari keluarga Kwon, keluarga manusia yang secara turun menurun melayani keluarganya. Ia bahkan jatuh cinta dengan keturunan Kwon yang bertugas untuk melayaninya. Namun semuanya berubah ketika ia jatuh cinta pada Jihoon, manusia yang awalnya menjaga jarak dengannya namun ia selalu ada disamping Eunsoo dikala ia mengalami kesulitan. Kwon Soonyoung, manusia yang berasal dari keluarga Kwon yang secara turun menurun melayani keluarga Nam sebagai bentuk balas budi. Sejujurnya ia menyukai Nam Eunsoo, tuannya sendiri, namun akibat ketidak beraniannya untuk menjadikan Eunsoo sebagai kekasihnya, ia pun melukai Eunsoo. Ia sangat mendukung hubungan Jihoon dengan Eunsoo karena ia tahu bahwa ia adalah pria pengecut dan ia tak pantas mendapatkan Eunsoo. ♡ "Aku mencintaimu, Nam Eunsoo. Mulai saat ini aku akan memberikan darahku hanya untukmu." - Lee Jihoon. ♡ "Jihoon, aku mencintaimu lebih dari apapun yang ada di dunia ini, oleh karena itu kau harus tetap hidup." - Nam Eunsoo ♡ "Jihoon, aku ingin Eunsoo bahagia, begitu juga denganmu." - Kwon Soonyoung Cover by @AlestaCho
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama
  • Kau Yang Hilang
  • ESCAPE: Tale of Obsession and Longing
  • Whispers of Allure【TELAH TERBIT】
  • iKON [2] Flower - THE END
  • KAU UNTUKKU [Sudah Terbit]
  • Pengagum Rahasia

Hujan jatuh di kota itu seperti benang tipis dari langit, memantulkan lampu neon yang berkedip lelah. Di persimpangan jalan, seorang lelaki berdiri dengan payung miring. Matanya mengikuti sosok perempuan yang berjalan cepat, menunduk, seolah menghindari dunia. Ia tak mengenalnya. Tapi jantungnya memukul seperti lonceng tua yang pernah ia dengar di tempat yang tak pernah ada di peta. Pasar malam di pusat kota menyala dengan warna-warna hangat, tapi suara penjualnya lenyap. Lampion bergoyang tanpa angin. Dan di sela-sela kerumunan yang tiba-tiba membeku, mata perempuan itu-mata yang sama seperti di hutan yang dulu ia tinggalkan-menatapnya. Di ujung sebuah lorong, bioskop tua berdiri sendirian. Dindingnya berlumut, pintunya berdebu, tapi dari celahnya keluar denyut cahaya yang tidak berasal dari proyektor. Pintu itu tidak ada kemarin. Dan besok, mungkin akan hilang lagi. Di rel kereta yang berkarat, cahaya asing turun seperti aurora yang tersesat. Bayangan-bayangan panjang menari di aspal, memanggil nama yang sudah lama tak diucapkan. Di sebuah gang buntu, sebuah toko buku yang tak pernah buka di siang hari menyimpan peta kota yang tidak pernah dicetak. Dan di bawah tanah, pasar gelap menjual kompas yang selalu menunjuk ke arah yang salah. Langit retak di atas jembatan. Retakannya halus, seperti kaca yang dicakar dari sisi lain. Di baliknya, bukan hanya bintang, tapi hutan dengan akar yang menjuntai, menggapai kota seperti jemari yang lapar. Di tengah semua itu, ia berdiri. Ia-yang dulu meninggalkan segalanya di hutan tak bernama-kini kembali, bukan sebagai Alea, tapi sebagai seseorang yang dipanggil Katiya. Ia tidak ingat siapa dirinya. Tidak tahu mengapa setiap langkahnya membuat kota ini makin kehilangan bentuk. Dan di ujung segalanya, ada pintu. Pintu yang tak bernama. Pintu yang hanya terbuka sekali-dan menuntut satu jiwa untuk menutupnya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines