*SELAMAT MEMBACA*
Ada sebuah tempat wisata di daerah Inggris.Tempat wisata tersebut bernama Raven Forest. Di hutan tersebut banyak burung gagak oleh karena itu namanya "Raven Forest". Hutan ini memiliki keindahan yang cukup memukau mata pengunjung nya. Namun dibalik keindahan tersebut hutan tersebut menyimpan sebuah rahasia besar yang jarang diceritakan oleh petugas setempat agar hutan tersebut selalu ramai dikunjungi oleh pelancong.
Tak hanya hutan ada 1 villa yang sangat dianggap angker sedangkan villa yang lain tidak. Villa tersebut berada di ujung hutan tersebut dan disampingnya berdiri pohon beringin yang amat kokoh dan banyak pula gagak yang hinggap diatasnya. Villa tersebut bertingkat berwarna hijau zamrud.Villa tersebut dibilang angker karena ada orang yang pernah melihat sesosok manusia tak jelas perempuan atau laki laki. Sosok tersebut sedang mengintip dia. Sosok tersebut berjubah, tinggi, hitam karena ditelan oleh kegelapan dan matanya bersinar putih. Para petugas tidak percaya apa yang dikatakan pria tersebut dan menganggapnya gila karena tak pernah ada kejadian yang mengerikan (hanya alasan untuk menutupi kebenaran yang ada agar para pengunjung mau menempati villa tersebut dan semua fasilitas berfungsi sebagai mana mestinya).
Kejadian ini dialami oleh 4 sahabat pria yang sedang berlibur di sana.Mereka adalah Ray si pemberani, Alex si indigo, Cedric si bijak dan Randy si nafsu. Wajah mereka semua termasuk ganteng. Apalagi Alex ,dia mempunyai wajah yang sangat tampan.Dia adalah yang termuda dari mereka berempat,dan Alex lah yang paling dilindungi oleh Ray, Cedric, dan Randy.
Sekarang hari mulai gelap dan mereka berunding agar apakah mereka akan pergi atau menginap di hutan ini.
" Woi, kita nginap apa lanjut aja" tanya Randy.
"Nginap aja yuk" ajak Cedric
"Ok deh, kalo lo Lex gimana? " tanya Ray.
"Aku nurut aja " balas Alex singkat.
Mereka pun sudah memutuskan untuk menginap di hutan ini. Mereka pun langsung ke petugas yang mengurus bagian penginapan. Saat mereka hampir sampai tampak kekecewaan di wajah Randy.
"Yahh, villa nya abis " raung Randy
"Lo tau dari mana? " tanya Cedric
"Tuh liat sendiri" balas Randy sambil menunjuk ke papan yang berisi villa yang sudah dipesan.
"Itu masih ada tolol" tegur Ray seraya menunjukkan ke sebelah papan yang menunjukkan villa yang kosong.
"Ya udah, gue pesan ya" kata Alex
"Ya udah sana. Buruan. Gue dah capek. Pengen tidur" suruh Randy. Sebenarnya tujuan Randy bukan untuk tidur tapi melakukan hal hal yang senonoh.
Setelah beberapa lama akhirnya Alex kembali bersama seorang petugas yang mengantarkan mereka ke villa tersebut.
"Ayo berangkat dah malem lho" ajak Alex
Mereka bertiga ( Cedric, Ray, Randy) akhir nya berdiri dan mengikuti Alex dan petugas itu dari belakang. Mereka berjalan dan akhirnya sampai didepan villa tersebut. Lumayan jauh dari villa villa yang lain. Dan mereka melihat villa tersebut dangan wajah datar dari kejauhan.
"Ih, kok serem ya villanya" seru Cedric.
"Kan penampilannya aja yang serem, tapi dalem nya bagus kok" kata petugas tersebut. Mereka berjalan sambil bicara.
Namun ada yang dirasakan Alex.
"Kok perasaan aku gak enak ya. Kayak ada yang ngelihat gitu ya. " batin Alex yang melihat burung gagak berbaris rapi di dahan dahan pohon. Alex tetap tenang dan fokus ke depan. Saat fokus ke depan ia melihat sesosok bayangan yang sedang tersenyum dari jendela villa yang akan mereka tinggali. Dia mengucek matanya apakah ia berhalusinasi apa tidak dan ternyata bayangan itu hilang.
"Ah. Cuma halusinasi saja" batin Alex.
Akhirnya mereka sampai didepan villa yang menyeramkan itu. Saat di depan villa itu, bulu rona Alex berdiri, pasti ada yang salah dengan villa ini.
"Eh tadi gue liat sesosok orang lho didalam villa nya" bisik Alex kepada Cedric.
"Serius lo Ray" tanya Cedric
"Iya serius tadi gue liat " sambil melihat ke jendela dan sosok tersebut muncul lagi dengan dengan wajah tersenyum.
"Itu lho liat di jendela" tunjuk Alex
"Gak ada tuh" jawab Cedric
"Gak usah macam macam lah lo Lex, masa ada hantu. Lo percaya sama hantu" yang mendengarkan pembicaraan Alex dan Cedric.
"Ngigo paling lo, lo kan capek" sambung Randy.
"Iya dek, kamu percaya hantu? " tanya petugas itu sambil membuka pintu villa.
"Udah tenang aja kan ada kami" hibur Cedric yang melihat Alex ngambek.
"Pokok nya apa yang terjadi malam ini jangan salahkan aku" marah Alex
"Terserah. Lagipula ini kan dah malem masa kamu mau kembali? " bentak Ray dengan penuh kemenangan.
Dan akhirnya villa itu terbuka. Sangat gelap didalamnya dan si petugas menyalakan kamu villa tersebut.
"Nah, bagus kan apa yang bilang bapak tadi" gumam petugas itu.
" Iya bersih pula lagi, masa hantu mau tinggal di tempat yang sebersih ini" ejek Ray. Alex hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Ray.
"Villa ini terdiri dari dua kamar, kamar tidur ada di atas ada 2 kamar. Kamar mandi ada di bawah sama ada TV dan sofa dibawah. Dapur juga ada dibawah. Ada yang kurang? " tanya petugas itu.
"Tidak ada pak" balas Randy.
"Ok. Besok pagi jam 6 bapak akan jemput kalian".
Bapak itu tiba tiba mendapat telepon dari petugas yang lain. Bapak itu pamit dan meninggalkan mereka. Sebenarnya bapak itu lari bukan karena panggilan karena petugas itu melihat bayangan yang sering diceritakan. Selama berlari ia mengucapkan " Semoga tidak ada yang terjadi pada mereka ".
Mereka berempat masuk ke dalam villa dan menguncinya dari dalam dan duduk di sofa sambil menonton TV.
" Gue nanti tidur bareng Ray" ujar Randy sambil memainkan HP.
"Boleh juga tuh" kata Randy.
"Berarti gue sama Alex nih" sambung Cedric.
"Yoi" gumam Alex dengan terpaksa.
Setelah itu mereka beres beres dan meletakkan barang barangnya di kamar masing masing dan selanjutnya mereka mandi satu per satu.Kemudian mereka makan malam yang telah disediakan di kulkas. Mereka makan sampai kenyang.
"Aku duluan tidur ya " sahut Alex yang berdiri meninggalkan sofa dan menuju kamarnya.
"Hm" balas mereka bertiga dengan serempak.
Alex pun pergi ke kamarnya, membuka pintu. Kamarnya agak karena dia hanya menyalakan lampu tidur setelah memberikan barang barangnya. Kemudian Alex masuk ke kamar dengan perasaan nyaman. Dia menutup pintu dan tiba tiba hawa hangat yang disekitarnya hangat menjadi dingin, dingin seperti es. Ditambah bulu roma nya berdiri tegak.
Saat dia berbalik dan ternyata ada makhluk yang berdiri dibelakangnya. Makhluk itu serba hitam yang dilengkapi mata putih berkobar dan tidak memiliki gigi. Tangan nya hanya tulang dan di ujungnya terdapat kuku kuku panjang yang tajam dan aromanya bau. Dia melayang dan hanya memaki jubah yang robek dan usang.
Alex yang melihat makhluk itu langsung lemas seperti tidak ada tenaga padahal baru saja makan. Mau berteriak saja tidak kuat. Perlahan lahan makhluk itu mendekati Alex dan Alex hanya bisa mundur dan berusaha bagaimana dia bisa kabur dari makhluk yang sedang dihadapinya. Dengan seketika Alex berbalik dan berusaha membuka pintu. Tapi usahanya sia sia saja, pintunya tidak terbuka. Makhluk itu tertawa dengan suara yang sangat mengerikan. Alex kemudian berbalik dan ternyata wajah makhluk itu tepat di depan wajah nya. Makhluk itu mengayunkan tangannya dengan cepat dan mencekik leher dan mengangkat dia serta menyandarkan nya ke dinding. Alex merasa sesak dan berusaha lolos dari tangan makhluk itu. Makhluk itu mendekatkan wajahnya ke wajah Alex dan tiba tiba saja badan yang berusaha meloloskan diri manjadi lemas , mulutnya terbuka, dan kepalanya mendongak ke arah mulut makhluk itu . Makhluk itu menyerap perlahan lahan menyerap jiwa Alex dari mulutnya. Alex hanya bisa pasrah dan berharap Cedric datang ke kamarnya. Sebelum jiwa Alex habis, makhluk itu mendengar langkah kaki seseorang yang menuju kamar. Makhluk itu pun mengakhiri ritualnya dan melepaskan Alex yang layu. Alex jatuh ke lantai terkulai , matanya melihat wajah makhluk itu tersenyum dan menghilang diantara remang remang cahya menjadi kabut berwarna hitam. Seketika itu juga Alex pingsan tak sadarkan diri.
*****
"Lex.. Lex.. Bangun.. Bangun" teriak Cedric sambil menampar pipi Alex dan menggoyangkan tubuhnya. Tak lama kemudian Alex perlahan lahan membuka mata dan dirinya pun sadar.
"Eh.. Apa yang terjadi? " tanya Alex sambil menegakkan tubuhnya dengan nada lemah.
"Alex. Akhirnya kamu sadar gue kira kamu dah.... " sambil memeluk Alex
"Dah mati? " lengkap Ray
"Hoos, mulutnya" tegur Randy.
"Itu leher lo kenapa? " tanya Cedric
Alex memegang lehernya dan ternyata ada bekas cakaran yang panjang. Alex hanya menjawabnya dengan kata tidak tau karena dia lupa apa yang terjadi.Temannya hanya pasrah apa yang terjadi kepada Alex. Cedric membersihkan luka luka Alex dengan kapas dan air bersih dan mengobatinya n dengan salep.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Ray dan Randy kembali ke kamarnya sedangkan Cedric menjaga Alex yang sedang mengingat apa yang terjadi dan akhirnya dia ingat. Alex menceritakan apa yang terjadi kepada Cedric. Cedric setengah percaya dan setengah tidak.
Di kamar Ray dan Randy, mereka bersiap siap untuk tidur. Ray menyalakan AC yang ada, walaupun dinyalakan masih saja tetap panas akhirnya dia pergi tidur hanya menggunakan singlet dan celana pendek nya. Karena saking lelahnya Ray langsung tertidur setelah merebahkan badannya di kasur. Melihat hal baik itu Randy langsung membuka bajunya dan celananya hingga dia juga hanya memakai apa yang dipakai Ray. Randy menguncang guncang tubuh Ray dan tidak ada yang respon dan langsung saja Randy langsung meniduri tubuh Ray. Dia melakukan apa yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Di mencium bibir Ray, sesekali mengulum kemaluannya, dia melakukan hal itu berulang kali sampai dia merasa puas.Sedangkan di kamar Cedric, Alex sudah tertidur pulas. Alex tidur terlentang dan kepalanya miring ke kanan dan Alex sampai ngiler saat tidur. Cedric yang melihat hal itu merasa senang, karena dia bisa menjalankan tugasnya untuk melindungi Alex.
Waktu sudah menunjukkan pukul 2 subuh. "Claw, claw,claw" bunyi suara burung gagak yang menandakan ada orang yang akan meninggal pada malam tersebut.Alex yang mendengar itu terkejut dan ia bangun untuk pergi ke kamar mandi karena ia kebelet ingin buang air kecil. Alex kemudian turun , menyalakan lampu, dan masuk ke kamar mandi. Alex lupa bahwa masih ada makhluk mengerikan tadi. Setelah mau membuka pintu, terdengar suara suara aneh dari toilet. Suara itu terdengar makin keras dan akhirnya Alex sadar bahwa ia sendiri, ia lupa kalo masih ada makhluk itu. Mengingat hal itu Alex langsung buru buru untuk keluar kamar mandi namun terlambat pintu sudah terkunci dari luar dan dalam. Dari toilet tadi muncul makhluk mengerikan yang sama mulai dari kepala sampai kaki. Hawa yang hangat menjadi dingin dan bulu roma Alex berdiri. Makhluk itu tertawa mengerikan dan Alex memberanikan diri menghadap makhluk itu lagi. Setelah berbalik wajah makhluk itu ada tepat di depan wajah Alex. Makhluk itu melakukan hal yang sama yaitu mengayunkan tangannya , mencekik leher Alex, mengangkat dan menyandarkan nya ke dinding kamar mandi. Apa boleh buat, Alex pasrah karena tenaga nya habis dan dia langsung lemas saat dia menghadapi mulut makhluk itu. Mulut dan kepala Alex mengikuti arah mulut makhluk itu. Makhluk itu pun melanjutkan menghisap jiwa Alex yang tersisa.
Kembali ke kamar Ray dan Randy. Randy yang sudah tampak puas memenuhi hasrat seksual nya. Badannya berkeringat dan ada sisa sisa cairan putih yang membasahi perut nya. Dia pergi ke kamar mandi dan turun kebawah. Randy kaget karena lampu bawah menyala dan kamar mandi sedang dipakai. Dia pergi ke kamar mandi dan mengintip di celah kamar mandi. Randy kaget bukan main, karena Randy melihat bahwa Alex melayang. Makhluk itu tau kalau ada orang yang mengintip maka ia melepas matanya untuk mengagetkan nya. Dia penasaran dan mendekatkan matanya lagi ke celah itu. Tiba tiba muncul mata dari celah itu yang membuat Randy kaget. Randy langsung melarikan diri terbirit-birit menuju lantai atas. Sebelum sampai Randy tersandung dan kepalanya terbentur oleh anak tangga yang membuatnya tidak sadarkan diri dan beberapa menit kemudian ia meninggal karena banyak keluar darah dari kepalanya. Mata yang melihat kejadian itu kembali menempel ke makhluk tersebut. Makhluk itu kemudian melanjutkan menghisap jiwa Alex. 5 menit kemudian jiwa Alex telah habis disedot makhluk itu. Makhluk itu melepas cekikannya dan Alex langsung jatuh ke lantai, kepalanya terbentur oleh lantai kamar mandi, kepalanya berdarah dan mulutnya menganga mengeluarkan darah. Tubuh nya kejang kejang seaakan disengat listrik beribu volt. Tubuhnya menggeliat. Akhirnya Alex meninggal dengan mengenaskan. Dia meninggal dengan bekas tusukan dan lehernya hampir putus,wajah tampannya mengeluarkan darah. Makhluk itu meninggalkan Alex tanpa perasaan bersalah dan kemudian menuju Randy. Makhluk itu menghisap kebahagiaan yang ada pada Randy dan menghilang karena makhluk itu telah kenyang. Makhluk itu membawa tubuh Randy sebagai santapan makhluk lainya jika datang. Makhluk itu tidak membawa tubuh Alex karena tubuh Alex kurang berisi.
Sekitar jam 4 subuh. Makhluk itu bertingkah lagi, ia mencuri salah satu dari 2 orang yang bertahan yaitu Cedric dan Ray untuk sebagai cadangan kalau dia sudah lapar lagi. Makhluk itu memilih Ray karena Ray memiliki jiwa yang layak untuk disedot. Makhluk itu pertama kali masuk ke kamar Ray dan menarik kaki Ray dari ranjang. Walaupun sudah di ganggu, Ray tidak bangun bangun. Hal itu mempermudah pekerjaan makhluk itu. Makhluk itu menyeret Ray sampai ke ruang bawah tanah villa itu . Kepalanya berdarah karena berbenturan dengan anak tangga. Karena hal tersebut Ray terbangun dan dia langsung pingsan lagi karena dihadapannya ada kepala yang menyeramkan. Kemudian ia bangun lagi. Ia menghayal sambil pura pura menutup mata apakah dia harus terus menunggu sampai ajalnya mendekat. Dia berharap cepat meninggal daripada melihat makhluk menyeramkan itu. Sinar matahari telah muncul dan itu pertanda ia harus kembali lagi ke tempat persembunyiannya yaitu ruang bawah tanah.
Jam 6 tepat, petugas kemaren kembali datang dan membuka pintu.Alangkah terkejutnya si petugas itu karena di tangga itu berlumuran darah manusia. Kemudian dia membuka semua jendela dan naik ke lantai atas. Petugas itu hanya melihat Cedric yang masih tidur dengan pulas. Ia kembali lagi ke bawah dan menemukan mayat Alex yang berlumuran darah dan di penuhi luka. Ia kembali lagi ke atas untuk membangunkan Cedric.
"Nak... Bangun nak" teriak petugas itu. Dan seketika juga Cedric langsung bangun dan kaget mendengar suara itu.
"Ya kenapa pak? " tanya Cedric dengan wajah mengantuk.
"Kamu harus lihat ini nak" menarik tangan Cedric.
Setelah sampai di tangga, Cedric kaget dan menutup mulutnya. Apalagi teman yang sangat dikasihi nya(Alex) sudah tak bernyawa. Cedric menangis.
"Kenapa ini bisa terjadi pak? " tanya Cedric dengan isak tangis.
"Well, kamu harus tau kebenarannya. Villa ini memang memiliki penghuni. Penghuni ini selalu meminta korban jika ada yang tinggal disini. Makhluk itu menghisap kebahagiaan dan jiwa yang dimiliki seseorang sebagai makanannya. Pada beberapa kasus ada juga mayat yang dibiarkan tergeletak dan ada juga mayat yang dibawa sebagai makanannya" jelas petugas itu.
"Jadi, Ray sama Randy dibawa makhluk itu pak? " tanya Cedric.
"Mungkin. Ayo cepat keluar dari villa ini dan bawa mayat temanmu itu keluar. Semakin cepat semakin baik". perintah petugas itu. Cedric hanya mengangguk.
Jauh dibawah Cedric, Ray mungkin sedang disiksa oleh makhluk tersebut. Ya Cedric belum tau bahwa Ray itu indigo. Dia meringis kesakitan karena ia sering dicakar oleh makhluk tersebut. Badannya penuh dengan goresan cakaran dalam dan berlumuran darah segar. Makhluk itu merasa sangat puas. Makhluk itu memotong kaki Ray dengan sekali tebas. Ray syok melihat hal itu. Dari kakinya mengalir darah yang sangat deras kemudian dia pingsan. Tak sadarkan diri.Bukan hanya itu, makhluk tersebut memotong kaki Ray dengan kukunya yang tajam sampai potongan potongan kecil untuk menjadi makan malam bersapa temannya buang lain.
****
Beberapa bulan kemudian, Raven Forest ditutup karena banyak jiwa korban yang menjadi santapan makhluk itu. Tidak ada yang mengetahui nama makhluk itu. Tapi katanya, setiap malam jam 12 sampai 5 malam banyak terdengar suara suara teriakan minta tolong. Dan sering terlihat makhluk yang sedang melayang di sekitar hutan tersebut.Villa yang bagus sudah menjadi bangunan menyeramkan dan tak terawat. Banyak sulur tanaman rambat buang melilit pagar hutan tersebut.
Cedric hanya bisa mendoakan temannya yang sudah dihabisi oleh makhluk tersebut terutama Alex yang merupakan sahabat terbaik yang dia punya.
*THE END*
Kasih tau ya kalo ada typo. Soalnya ini cerita pertama aku. Kasih juga saran saran kalo ada yang kurang. Aku mungkin jarang update cerita gara gara sibuk. Tapi aku usahaiin kok. ;3