CT ll 28. Rencana Bertemu [ Selesai Revisi ]

1.4K 316 356
                                                  

Biar nggak penasaran sama cerita selanjutnya, jadi ane up hari ini.

Happy reading:')

***

"Lama, ya?"

Suara tersebut mengalihkan fokus Reza terhadap ponselnya. Laki-laki itu menoleh seraya tersenyum tipis.

"Nggak, kok," jawab Reza.

Asya memasuki mobil, tapi sebelum itu meletakkan barang belanjaannya pada bagasi mobil tersebut.

Ting!

Human!
| besok, Taman *****
| Jam 3 siang gue tunggu di sana.
11.00

Asya termenung sebentar. Ia segera menjauhkan ponsel tersebut dari pandangannya.

"Kenapa?" tanya Reza siap melajukan mobilnya.

"Nggak papa," kilah Asya mencoba tetap tenang.

Reza mengernyitkan dahi. Tapi, tak mau ambil pusing, mobil itu segera melesat menembus jalanan kota yang tampak ramai oleh para pengendara.
.
.
.
.
.
.

"Besok pulang sekolah sendiri nggak papa?"

Reza bertanya, menyeret kakinya untuk menemui Asya yang sedang bergulat dengan barang yang tadi ia beli lantas memasukan beberapa barang ke dalam kulkas.

"Emang kamu mau ke mana?" tanya Asya sembari menutup pintu kulkas dan beralih menyimpan bumbu dapur ke dalam wadah. Setelah sampai di rumah, Asya lekas berjalan ke arah dapur menyimpan barang belanjaan. Kedua orangtuanya sedang sibuk di halaman belakang menanam bunga bersama Linda. Arya? Entahlah, kakak laki-lakinya itu tidak terlihat di mana-mana.

Reza memeluk Asya dari belakang. Meletakkan kepalanya pada pundak Asya.

"Tapi jangan marah," ujarnya membuat dahi Asya berkerut. "Tergantung," ucap Asya.

Reza melerai pelukannya mengecup singkat pipi Asya. "Tergantung?"

"Tergantung, kamu mau ke mana, sama siapa, pokoknya alesannya harus jelas," imbuh Asya berbalik menghadap Reza seraya berkacak pinggang. Reza terkekeh kecil. Kepala Asya ia tarik lalu kembali mencium pipi Asya lama. Si empu hanya meringis sambil mengusap pipinya yang basah.

"Em, kalau perginya sama mantan ... boleh?"

Deg

Asya mengalihkan pandangannya. Badannya merotasi kembali fokus pada garam dan para temannya.

"Mau ngapain?" katanya ketus.

"Nemenin cek kandungan," jawab Reza santai.

Asya bedeham. "Bukannya suaminya ada, kenapa harus sama kamu?"

"Gara besok katanya ada urusan. Terus tadi dia telepon, minta aku buat nemenin dia. Kalau nggak bo---"

"Boleh, kok. Pergi aja. Lagian nanti aku tinggal telepon Bagas," potong Asya cepat sembari mengambil wadah berisi garam yang nampak tinggal sedikit lagi.

"Serius?" tanya Reza memastikan.

"Ya." Asya menjawab singkat membuat Reza tak kuasa menahan tawa.

"Jangan ngambek dong," ujarnya mencoba menangkub kedua pipi Asya tapi lengannya ditepis kasar oleh sang empu.

"Apaan, sih! Udah sana, ah!" ucap Asya kesal.

"Liat sini dong. Aku mau cubit pipinya nih. Gemes tau," imbuh Reza kembali merayu. Asya memicingkan mata ia menyudahi aktifitasnya lalu beralih beranjak dari dapur menuju halaman belakang. Reza yang melihatnya kembali terkekeh sembari menggeleng pelan.

Drttt Drttt

Saat hendak mengikuti Asya, suara dering ponsel Reza membuat sang pemilik lekas mengambilnya dari saku celana.

Ghea is calling...

Reza menatap punggung Asya yang mulai menjauh.

Setelah memastikan bahwa Asya telah sepenuhnya pergi ke halaman belakang, Reza segera menyambungkan saluran telepon.

"Halo, ada apa?" tanya Reza.

"Gara sama Asya besok mau ketemu," ucap seseorang di seberang sana.

"Kirim lokasinya," pinta Reza.

Tut

Sambungan telepon terputus. Reza segera beralih menuju aplikasi pesan.

Ting!

Ghea
| Taman ***** jam 3 sore.
13.08

Reza tersenyum miring.

Anda
Kirim 5 orang buat tangkap dia|
Jangan sampai lolos! |
13.09

Reza kembali meletakkan ponselnya. Lalu melenggang pergi untuk menyusul Asya, menuju halaman tempat di mana Linda dan juga Nisa sedang bergulat dengan alat kebun.

Tanpa Reza sadari, pria berpakaian serba hitam tengah berdiri di ambang pintu dapur dengan satu tarikan senyum smirk terlihat.

"Gue nggak akan biarin lo sakitin Asya, Za," gumam pria tersebut.

"Satu tetes airmata Asya, maka akan gue buat lo nyesel selamanya."

____
Tbc

Akhirnya bisa update:)

Kira-kira masih ada yang bertahan sama cerita ini?

Jadi ane cepet2 deh:v

Gak papa, laen kali aja oke:)

Next kagak nih?

Cuma Teman [ PROSES REVISI ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang