Bagian 2

29 7 2
                                    

Pada malam Jumat ini Rena, Elisa, Rendi, dan Zidan berencana untuk mengunjungi salah satu rumah kosong yang konon katanya sangat angker, malam ini lebih tepatnya jam setengah dua belas malam mereka mulai bergegas menuju rumah kosong tersebut yang letaknya tidak jauh dari rumah Rendi, dua jam lalu mereka sudah merencanakan sistem apa yang akan mereka lakukan untuk mengintai salah satu makhluk halus yang ada di rumah tersebut. Tidak terasa lama perjalanan dari rumah Rendi sampai dengan rumah kosong itu hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat, rumah tersebut berada diserbang jalan raya yang sudah ditinggalkan oleh pemiliknya 12 tahun yang lalu.

Konon katanya sering kali ada sosok perempuan dan anak kecil jalan-jalan disekitaran perkarangan rumah kosong itu pada setiap sore menjelang malam atau lebih tepatnya saat adzan Maghrib berkumandang, tidak hanya itu sering kali terjadi beberapa hal aneh yang dialami oleh warga setempat saat melewati rumah kosong itu pada malam hari, Mereka berenam yang awalnya hanya mendengar cerita dari warga langsung saja merencanakan pada malam hari itu untuk melakukan penelusuran di rumah tersebut. Awalnya mereka masih samar-samar untuk mengunjungi rumah angker tersebut karena tidak ditemani oleh kedua temannya yang sedang ada gangguan makhluk halus juga ditempat lain, setelah mereka sampai dirumah tersebut Rendi langsung saja membuka pintu gerbang rumah tersebut dan menyuruh ketiga sahabat-sahabatnya masuk ke dalam perkarangan rumah itu.

"Ggggggggreeeeeennnngggggggggggg" Suara pintu gerbang rumah itu.

"Yuk langsung masuk aja, gyuss." Ajak Rendi kepada ketiga sahabatnya.

Mereka berempat langsung masuk kedalam perkarangan rumah dan tiba-tiba Elisa berhenti dengan melihat pojok kiri rumah kosong tersebut.

"Bentar-bentar gue tadi liat sosok perempuan yang sama persis tadi siang di ceritakan sama warga di warung mbok Jum." Ungkap Elisa dengan menarik nafas panjang-panjang. "Tapi herannya sosok itu jalan sendiri tanpa didampingi sama sosok anak kecil." Ungkap Elisa lagi.

"Ehhh iya itu sosok perempuannya mirip banget sama yang diceritain warga." Kata Rendi.

"Itu sosok anak kecilnya bukan sih." Tanya Rena dengan menunjukan keberadaan sosok anak kecil itu yang ia lihat tidak sengaja.

"Iya itu sosok anak kecilnya." Jawab Rendi lagi.

"Lahh kok sekarang tiba-tiba enggak ada sosok perempuan itu, kemana arah ia pergi, ya?" Tanya Elisa dengan kebingungan.

"Udah-udah mending kita sekarang masuk dulu ke dalam rumah kosong ini." Kata Zidan.

Rendi, Zidan, Rena, dan Elisa langsung bergegas masuk ke dalam rumah tersebut, sesampainya di dalam tiba-tiba Rendi berjalan menuju arah dapur dengan diikuti oleh Elisa, sedangkan Zidan dan Rena sudah keburu belok ke ruang tengah.

"Ren, ngapain lu kesini?" Tanya Elisa.

"Enggak tadi itu gue tiba-tiba ada yang ngajak jalan kesini, sumpah gue enggak sadar kalo gue diajak jalan ke ruangan ini." Jawab Rendi.

Setalah Rendi menjawab pertanyaannya, tiba-tiba Elisa menjerit dengan sangat kencang sekali dan membuat Rendi terkejut.

"Hahahaha" Teriak Elisa.

"Kenapa, Sa?" Tanya Rendi dengan panik.

"Tadi gue liat sosok perempuan itu dah berdiri di depan mata gue, gue kaget banget tiba-tiba sosok perempuan itu dekat banget sama gue, dan yang bikin gue nambah kaget wajahnya rusak." Ungkapnya Elisa dengan nafas yang masih tersengal-sengal. "Sosok perempuan itu taryata kuntilanak jahat yang selama ini suka gangguin warga setempat, Ren." Ungkap balik Elisa kepada Rendi.

"Iya, gue liat sosok itu sekarang udah berdiri disampaing meja makan itu." Ungkap Rendi juga.

"Wah berarti sosok itu enggak main-main, Ren." Kata Elisa.

Beberapa menit setelah Elisa berteriak, Rena dan Zidan datang ke arah dapur untuk mencari mereka berdua dan teryata mereka ada disitu.

"Kenapa, Sa?" Tanya Rena.

"Sosok perempuan itu teryata kuntilanak jahat dan yang gue kagetin sosok itu dah berdiri di depan mata gue tadi." Jawab Elisa kepada Rena.

Tidak sengaja Rena melihat dengan jelas sosok anak kecil itu sedang bermain di almari dapur pojok kiri.

"Itu bukannya sosok anak kecil yang tadi dei depan itu, kan?" Tanya Rena.

"Iya itu sosok anak kecil yang tadi main di halaman rumah ini di dekat pohon besar itu." Jawab Rendi.

Tiba-tiba dengan tidak mereka sadari sosok anak kecil dan perempuan itu menghilang entah kemana.

"Anak kecilnya kok enggak ada?" Tanya lagi Rena.

"Itu sosok anak kecilnya tadi gue liat lari dari arah almari itu ke kebun belakang rumah ini sepertinya." Ungkap Elisa.

"Udah mending kita fokus ke yang ada didalam rumah ini dulu, soalnya kuntilanak itu jahat banget suka gangguin orang yang lewat dijalan depan tadi." Kata Rendi.

Mereka pun akhirnya fokus ke sosok yang ada didalam rumah tersebut yang hampir menarik perhatian Rendi sejak tadi ia memasuki rumah tersebut. Perasaan Rena tidak mulai karuan, ia merasa ada sesuatu hal yang mengintainya dari belakang pintu rumah kosong tersebut.

"Gyuss, gue merasa seperti ada yang mata-matain kita dari belakang pintu itu deh?!" Katanya sambil menunjukan arah pintu itu.

"Iya, emang dari tadi ada yang disitu, Ren." Jawab Rendi.

"Sosok itu menarik sepertinya sih." Kata Elisa

"Yaudah mending kita intai aja sosok itu!!" Ujar Zidan dengan semangat.

Tidak berfikir lama mereka berempat langsung menuju ke gudang rumah tersebut untuk mencari tau sosok lain yang sangat menyita perhatian mereka.

RUANG MISTERI KELABUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang