[00]. PROLOG √

496 117 33
                                              


.
.
.
.
.

Cerita ini sedang di revisi berjalan.
Kata-kata baku nya aku ubah jadi gak baku ya, palingan yang baku cuman narasinya aja. Kalo percakapannya aku ubah jadi kata gak baku.

Jadi maaf kalo bingung, karena sedang di revisi.
Juga kalo cerita nya acak²an / gak bisa kebuka, kalian refresh aja ya.

Terimakasih atas perhatiannya😊

.
.
.
.
.

______________________________

Perkenalkan namaku Karin Allisya Megha.

Namaku indah bukan? Tapi lagi dan lagi semua orang yang sudah mengenalku, pandangan mereka semua sama.

Yaitu tetap lah memegang prinsip bahwa "Nama yang indah, sedangkan kelakuannya tidak."

Aku mengakui ungkapan itu, memang benar. Benar sekali.

Keseharianku, hanya diisi dengan sesuatu yang membuatku senang. Dan menurut orang lain, tidak berguna.

Ah sial, kenapa aku selalu membandingkan kehidupanku dengan sudut pandang orang lain?

Mereka tidak suka apa yang aku lakukan? It's oke, aku adalah diriku sendiri.

Dan mereka, adalah orang yang mencampuri segala urusan di hidupku.

Tidak apa, aku senang hidupku.

Bebas. Kata itu, hampir mewakili keseharian hidupku yang ku jalani selama ini.

Entahlah, mungkin disini, aku hanya ingin sedikit bercerita tentang kisahku.

Semua kisahku berawal dari...

"Terimakasih, gue... pergi,"

Seseorang berkata seperti itu padaku membuat hari itu juga dunia ku terasa berhenti berputar. Jantung berhenti berdetak.

Tau gak sakitnya kaya apa? Kaya jadi ironmen terus nabrak gedung, kepala menggelinding gitu aja meninggalkan pemiliknya.

"ENGGAK!! JANGAN AKU MOHON!" Teriakku yang mulai menangis terisak.

Sumpah rasanya tuh nyesek banget.

"Arrrgggghhhh!!"

Saking keselnya tuh ya, aku mengerang kuat. Karena mau gimanapun lukanya tetep dalem, sakitnya tuh nembus usus keknya. Gak apa-apa lah, tinggal jual pesawatku aja kalo buat oprasi.

Detik berikutnya aku menjambak rambutku kesal dan menangis sejadi jadinya.

Sumpah ya, kalo dikantongin pake kantong keceran, mungkin air mata ku bisa buat ngusir lalat gitu dikantongin terus digantung.

Aku memukul dadaku. Rasanya gimana? Sesak! Sesak mendengar penuturan seseorang dihadapaku ini. Kalo ada batu mungkin udah aku lempar ke matanya.

"Argghhh hiks hiks hiks,"

Aku gak bisa tinggal diam aja nih kalo gini, dengan langkah cepat aku segera pergi dari tempat itu dan berlari menuju suatu tempat dimana tempat itu berada diruangan paling atas.

13 Days : (Karin's Story)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang