chapter 8

735 94 48
                                    

Memang belum terlau lama Airin tinggal di rumah mewah dengan penghuni tampan itu, namun sudah banyak meninggalkan kesan manis yang mana rasa cinta itu seolah tumbuh kembali, sulit bagi Airin mendeskripsikan prasaan nya terhadaap Taehyung, yang jelas rasa cemburu itu timbul tanpa di suruh saat Taehyung mengatakan akan di jodohkan.

Harus nya Airin menerima tawaran itu, lalu kembali ke pada Taehyung, namun semua tidak semudah itu.

"Jika kau pulang aku ikut" gumam Taehyung sembari memakai kaos putih yang bertuliskan Celine untuk menutup tubuh atletis nya.

Airin terkekeh pelan, lucu sekali rasa nya ketika melihat Taehyung seolah merengek seperti anak kecil yang minta ikut.

"Busan terlalu jauh untuk bos yang sibuk seperti mu Kim" Airin menatap Taehyung lembut seolah tetap tenang kendati diri nya juga merasa bingung.

"Aku bisa mengambil cuti lama, lagi pula aku tidak punya jadwal yang padat minggu ini" laki-laki itu tampak masi kekeh dengan keputusan nya.

"Lalu bagai mana dengan acara makan malam mu?" tanya Airin seolah tak mau kalah.

Taehyung diam tampak kehabisan kata-kata, memijat pangkal hidung nya lalu menghela nafas pelan "apa kau akan kembali lagi Rin?" Taehyung menjeda kalimat nya memikirkan banyak cara bagaimana agar Airin tetap di sisi nya."Jungki pasti tidak akan membiarkan mu pergi".ya anak nya adalah alasan yang tepat kali ini.

Jika membahas soal Jungki jujur Airin tidak memiliki kata-kata lagi untuk menyanggah, mengingat bocah itu begitu menyayangi gadis itu begitu pun sebalik nya bahkan airin sudah menganggap Jungki sebagai anak nya sendiri tidak peduli bahwa bocah itu adalah anak mantan nya sendiri. Yang paling Airin takuti adalah bagai mana nanti jika Taehyung menikah dan istri nya tidak memperlakukan Jungki dengan baik, seperti serial drama ibu tiri yang pernah Airin tonton.

Seperti nya Taehyung sulit untuk di kalah kan mengingat kembali bagai mana airin selalu kehabisan cara untuk menolak ke inginan Taehyung dan pada akhir nya menuruti.

"Aku akan kembali, nanti setelah Appa sembuh"

Seringaian tipis itu tampak terlihat pada bibir tipis Taehyung, pria itu bersorak dalam hati walau ia harus memikirkan lagi cara yang lebih kuat agar bisa menyakini gadis itu.

"Rin?" Taehyung menjeda kalimat nya memposisikan tubuh sepenuhnya nya kearah Airin "apa kau masi menyayangi ku?"

Pertanyaan yang mungkin sulit untuk di jawab setelah soal-soal fisika yang rumit bagi Airin, jika mengatakan tidak maka Airin akan membohongi Taehyung dan juga diri nya sendiri jika ia mengatakan iya maka semua akan terasa sulit atau mungkin lebih menghancurkan niat keluarga kim untuk soal perjodohan tersebut.

Namun apapun keputusan nya Airin rasa semua nya memiliki akhir, entah itu buruk atau pun baik.

Airin mengangguk yakin karena itulah jawaban yang tepat, Taehyung bisa melihat nya dan rasa nya laki-laki itu ingin memutari kursi dan melompat seperti anak kecil, namun semua itu hanya hayalan semata dan Taehyung lebih memilih tersenyum lembut dan terlihat lebih cool dan dewasa, agar Airin tidak merasa jijik pada nya.

"Kalau begitu aku akan memberikan pertanyaan agar aku yakin kau benar-benar kembali ke sini Rin"jeda Taehyung tampak menarik nafas pelan."jawab dengan jujur, aku akan menerima keputusan mu kali ini"

"Hmm, apa?" tanya Airin merasa sangat penasaran melihat perubahan raut wajah Taehyung yang begitu serius.

"Jadilah kekaih ku Rin, aku serius kali ini—sungguh"

Rasa nya Airin ingin menjadi batu yang tetap diam walau di ajukan banyak pertanyaan. Airin bisa melihat keseriusan dari Taehyung bahkan pria itu tidak mengalihkan tatapan teduh nya pada presensi Airin yang tengah bergelut dalam pikiran yang semangkin membuat kepala nya pening.

Hiraeth | KthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang