02 🕊

100 21 0
                                              

Kelompok : 2
Judul : "Segaris kebahagiaan"

Guratan senyum itu mulai sirna bagai senja yang meninggalkan banyak cerita, dan kali ini terlihat tak karuan
Terdiam dalam sepi namun, hati berbicara walau lidah tak merangkai kata
Menelanjangi yang fana agar menjadi nyata.

Terpeleset jatuh, tergores luka
Akan tetapi senyummu tak akan memudar
Lengkungan di bibirmu selalu terpajang walau lelah sekali pun
Setiap hari kulihat ukiran senyum di wajah kalian
Tanpa sadar kudapat semua semangat baruku.

Engkau yang tak pernah letih menghadapi lika-liku hidup ini, menampakkan wajah yang penuh dengan rasa  lelah
Meski beribu sakit rautmu tak pernah menyendu, hanya segaris ukiran senyum.

Untuk seulas senyum yang selalu menenangkan
Kutorehkan sederet kasih yang pernah kau tanamkan
Suatu pencapaian besar ketika melihat matamu bersinar memancarkan bahagia
Dan bibir mungil itu menyunggingkan senyum bangga akan diriku.

Walau sering kumelakukan kesalahan padamu
Namun, senyummu tak pernah sirna dan selalu kurasakan
Bagai pemberi setitik cahaya pada kegelapan yang selalu menyelimutiku.

Keterangan :
Baris 1–2 : Jesica Stephani P
Baris 3 - 4 : Adila Yusfika Kirani
Baris 5 –6 : Mega Dwi Putri
Baris 7 : Mita Mud'mainah
Baris 8 : Desi Tiara Sari
Baris 9-10 : Isna Mualimatun Nafia

Puisi BerantaiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang