Chapter 3 : Bloodiest Moon [ Part 1 ]

20 1 0
                                    


"Hhh-haahh! Jauh sekali." Desah Odila yang kelelahan karena berlari.

Ia memperhatikan sekitar sejenak, namun hanya ada pepohonan rimbun yang mengelilinginya.

"Dimana ini ?" Ia pun menarik tangannya untuk mengecek GPS yang muncul dari force suite yang di kenakannya dan kembali berjalan mengikuti arahan GPS tersebut.

Setelah beberapa jam perjalanan, Odila pun tiba di sebuah bukit kecil. Dari jauh terlihat 2 pohon besar yang membentuk sebuah gapura, dan samar terlihat tulisan 'Livine' diantaranya.

"Sedang mencari apa ?" Tanya seorang pemuda yang berada di atas pohon.

"Astaga! Kau mengagetkanku." Desah Odila yan terkejut. "Apa yang kau lakukan di atas sana ?"

"Aku petani madu disini." Jawabnya seraya menuruni pohon tersebut untuk menghampiri Odila. "Kau ?"

"Odila."

"Sepertinya orang asing. Apa yang kau lakukan disini ? Mencari desa itu ?" Tanya si pemuda seraya mengedikkan dagu ke arah gapura pohon di bukit itu.

Odila pun mengangguk. "Ya, aku harus pergi ke desa itu."

"Apa kau yakin ?" Pemuda tersebut menatap Odila menyelidik dari ujung kepala hingga kaki. "Tidak sembarang orang bisa pergi ke desa itu. Terlalu berbahaya."

"Tidak perlu khawatir. Aku terlatih." Jawab Odila meyakinkan. "Aku dari Leriazon."

Pemuda itu pun mengangguk paham. "Baiklah. Desa itu berada di bawah bukit, tertutup kabut dan desa itu tak terlihat sama sekali."

"Benarkah ?"

"Ya. Aku tidak yakin kau bisa sampai kesana."

"Aku bisa. Terima kasih informasinya, tuan-?" Mata Odila menyipit mengingat ia tidak tahu nama pemuda itu.

"Kita bisa pergi kesana bersama."

"Apa itu merepotkan ?"

"Tentu saja tidak. Rumahku disana, nona." Cengir pemuda itu. "Oh ya. Aku Lyon."

Keduanya pun melanjutkan perjalanan. Tidak banyak pemandangan di luar desa tersebut, hanya kabut tebal aneh terhampar seolah menutupi daerah tersebut.

Namun sesampainya di desa tersebut, semuanya berbeda.
Pemandangan asri dan sejuk khas pedesaan, memanjakan mata. Bukit-bukit kecil yang dipenuhi pohon dan bunga berwarna-warni, pohon-pohon rindang, juga sungai-sungai dengan air yang jernih seketika membuat Odila terpukau.

"Aku tidak pernah melihat tempat seperti ini sejak lima belas tahun yang lalu." Ucap Odila bersemangat. "Indah sekali !"

"Ya. Dan apa tujuanmu ke desa ini ?"

"Perintah. Aku mencari seseorang di desa ini." Jawab Odila santai seraya menikmati pemandangan ikan-ikan yang berenang di sungai.

"Sepertinya tidak mudah mencari seseorang dengan sedikit petunjuk."

"Ya, benar."

Lyon tersenyum ramah. "Aku harus pergi sekarang untuk menjual madu. Dan kebetulan malam ini akan ada festival bulan dekat ladang sana." Ia menunjuk sebuah ladang jagung yang tidak terlalu jauh. "Kita bertemu lagi disana."

EurugiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang