39

2.7K 620 121
                                                  

"Izinkan aku untuk memberikan kenangan terindah untukmu sebagai hadiah terakhir dariku sebelum kita benar-benar berpisah."

***

Setelah membelah jalanan di ibu kota yang cukup padat, akhirnya keempat orang tersebut sampai di tempat yang dituju. Tempat dimana mereka akan bersenang-senang dan melupakan segala beban hidup yang dihadapi selama ini. Ini kesempatan besar bagi Rifqi untuk melupakan kesedihannya sekaligus membuat kenangan terindah bersama Michelle.

Dia sangat senang karena ternyata temannya sangat mendukung hubungannya dengan Michelle. Bahkan rencana untuk bermain di tempat hiburan seperti ini pun dirancang oleh Farrel dan Rika. Namun disisi lainnya, seberapa besar pun dukungan dari temannya untuk hubungan dia dengan Michelle tidak akan menentukan masa depannya. Pada akhirnya, ayahnya lah yang menentukan perempuan yang akan bersanding di pelaminan.

"Eh toilet dimana yah Fa? gue mau ke toilet dulu," tanya Michelle ketika mereka semua sedang berjalan menuju wahana pertama yang akan dinaiki.

Rifa langsung memperhatikan sekelilingnya, mencoba untuk mencari tempat yang ditanyakan oleh Michelle. Lalu pada akhirnya mata Rifa berhenti di satu titik karena telah menemukan tempat tersebut. 

"Tuh Chelle di sebelah kanan," Rika memperjelas keberadaan ruangan itu dengan telunjuknya.

"Gue ke toilet dulu ya, bentar doang ko," Michelle segera pergi meninggalkan Rifa, Rifqi, dan Farrel sebelum mendapatkan jawaban dari salah satu diantara mereka.

"Oke kita nunggu disini ya Chelle," jawab Rifa nyaris berteriak supaya ucapannya terdengar oleh Michelle yang sudah melangkah menuju toilet.

Setelah memastikan Michelle benar-benar masuk ke dalam toilet, Rifa langsung mendekat kepada Rifqi. Otomatis Farrel juga ikut mendekat dan membuat lingkaran kecil diantara mereka bertiga.

"Inget ya Rif, this is your last chance buat bikin kenangan terbaik sama Michelle," bisik Rifa dengan penekanan berkali-kali.

"Maaf banget gue gak bisa bantu sampai sini karena gue tau banget sekeras kepala apa ayah lo itu, so at the end he is the one that will decide your future wife," lanjut Rifa, perempuan itu merasa sedikit bersalah karena tidak bisa membantu Rifqi untuk mengembalikan hubungannya kembali yang sudah retak.

"Sorry juga Rif tadi gue sedikit emosi sama lo, abis gue jadi penonton greget banget asli," Farrel mulai angkat suara. Dia sedikit merasa bersalah karena sudah terlalu ikut campur dengan hidup Rifqi.

"Makasih banget udah jadi temen yang baik buat gue selama ini, gue gak tahu harus ke siapa kalau bukan ke kalian tiap gue punya masalah," Rifqi merangkul kedua sahabatnya dengan erat seolah-olah dia tidak pernah bisa merelakan mereka pergi dari hidupnya. 

"My pleasure, I'll always get your back bro," jawab Farrel dengan senyum tipisnya yang begitu tulus.

Tak lama setelah itu, Michelle kembali menghampiri mereka bertiga. Rifa sudah menyadari akan hal itu dari kejauhan maka perempuan itu berusaha untuk berakting senatural mungkin supaya Michelle tidak mencurigai bahwa mereka baru saja membicarakan hal yang sangat serius.

"Maaf tadi kalian nunggu lama yah?" Michelle merasa ada sedikit kejanggalan di antara mereka bertiga. Mereka sudah bersahabat sejak lama, harusnya tidak sekaku ini dengan satu sama lain. Mereka juga tampaknya tidak membahas apapun selama Michelle ada di dalam toilet. Mungkinkah dia telah membuat mereka menunggu terlalu lama sehingga mereka sudah kehabisan topik yang harus diperbincangkan.

"Hmm nggak kok, santai aja Chelle," kali ini Farrel yang menjawab.

"Yuk! Udah siap kan adrenalinnya?" Rifa kembali bersemangat.

CLBK (sequel IPA & IPS)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang