01 || Surat Cinta?

205 154 66
                                              

Give me like, coment & follow ya

Playlist : EXO - Love Shot

"Mammi Kenzo pulang nih, yuhuuu mammi sayang isterinya pappi ganas yang sukanya potong uang jajan Kenzo."

Kenzo ahh atau Atlantik Kenzota Wirawan. Laki laki berusia 17 tahun itu itu terus berteriak memanggil sang ibu, dengan menenteng sebuah kertas ditangannya.

"Apasih Ken, mammi ada di dapur jangan teriak gitu deh kebiasaan tau nggak."

"Mi lihat Kenzo bawa oleh oleh dari sekolah." dia memperlihatkan apa yang dibawanya.

"Kamu bawa apa itu Ken, jangan aneh aneh kaya minggu lalu ya. Mammi bisa kena struk ringan ini."

Was was, namanya juga punya anak yang bandelnya udah akut banget. Untung goblok.

"Tenang mi, ini gak sampai bikin mammi masuk rumah sakit lagi kok. Paling syok cuma dikit. Mentok masuk puskesmas doang"

Raina mengusap dadanya sabar. Baru kemarin dia pulang dari rumah sakit, masa iya masuk rumah sakit lagi gara gara sang putra. Cukup kemarin jangan lagi sekarang.

"Kalau mammi masuk rumah sakit lagi, tamat kamu bang."

"Hehee kalau nanti mammi tamat, abang suruh pappi nikah lagi mi. Eheee canda mi." Kenzo nyengir melihat tatapan sang mammi yang seperti mau mutilasi dia hidup hidup.

"Yaudah buka hadiahnya tunggu pappi dulu ya mi. Kan ini supres buat kalian berdua." Kenzo menyengir. Kan udah dibilang dia itu goblok banget, bahasa inggris aja gak lancar.

"Pappi disini, jangan pura pura buta juga kamu. Dari tadi pappi duduk anteng disini gak dilihat" suara pappi menggema seluruh antero rumah. Padahal mah ngomongnya gak keras, tapi itu loh aura sinisnya mencekam banget. Kayak presiden Amerika mau adu panco sama abah Ramdan ayahnya si Dekade Saepuloh Taon, panggil aja sedasa.

Bibi aja sampai gak ada yang berani lewat, karena takut. Tapi beda lagi dengan Kenzo, dia menghampiri sang pappi dengan muka sumringah.

"Eheee maap gak lihat nih, Pi nih Kenzo bawa oleh oleh dari sekolah, khusus buat pappi sama mammi tercinta." dia memberikan amplop berwarna putih itu ketangan sang pappi. Dan Rio mulai membukannya.

"Kenzo kamu ini baru masuk sekolah dua hari karna diskors, dan sekarang di skors lagi. Kamu ini sekolah ngapain aja sih Ken." Rio menatap putra pertamanya itu dengan garang, ini dia dulu pas bikin Kenzo baca doa dulu enggak sih. Kenapa pas keluar tingkahnya kaya ulet gini.

"Pappi Kenzo yang terhormat. Ken sekolah ya buat abisin uang jajan lah. Ehh sama ngecengin adek kelas sih."

"Ini sudah surat ke 32 yang pappi terima selama kamu kelas 12 Ken, kamu itu bikin mammi sama pappi malu tau enggak." Rio mengusap wajahnya kasar, ngadepin putranya ini butuh kesabaran ekstra.

"Yaelah pi baru 32, entar Ken genapin jadi 50 deh biar ntar kalau di jumlah dari kelas 10 jadi genap 200 surat skorsing. Kenzo juga udah siapin kotak dan seluruh surat surat cinta dari guru Ken tersayang."

"Kepala papi mau meledak ini Ken."

"Yahh jangan sekarang dong pi, kan tahun baru masih lama."

"Kamu pikir kepala pappi, petasan gitu." Rio menatap putranya dengan garang.

Kenzora (Slow Update)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang