Prolog

385 30 7
                                        

Queen memasuki area sekolah dengan langkah yang besar. Sepertinya dia sedang terburu buru. Rambutnya yang di ikat kuncir bergerak gerak setiap kakinya menapak di tanah.

"Dimana Queen?!" Teriak seorang siswa yang berdiri di samping jadwal piket kelas.

"Kayaknya telat lagi" jawab salah satu siswi yang sedang membersihkan.

"Tuh anak bener bener yah. Udah tau hari ini jadwal piketnya masih aja telat" kesal siswa tadi.

"Udah Daf, sabar. Mau berapa kali lo marah marah, Queen gak bakalan pernah dengerin" ucap siswa yang menghampiri siswa bernama Daffa.

"Tapi Din" ucapan Daffa terhenti saat Queen tiba tiba muncul di depan pintu dengan nafas tersengal-sengal.

"Sorry guys gue telat" cengir Queen dengan polosnya.

Daffa berjalan menghampirinya dan menyilangkan tangannya di dada.

"Telat lagi telat lagi. Kapan sih lo bisa datang cepat hah?!" bentak Daffa dengan sadisnya.

"Ini tuh hari senin, hari tersibuk semua orang, dan karena itu jalanan sekarang rame di penuhi kendaraan dan menyebabkan kemacetan. Dan gue naik angkot ke sekolah, otomatis..." Queen belum sempat menyelesaikan penjelasannya dan Daffa langsung memotongnya.

"Udah tau hari ini hari senin, kenapa gak kesekolah cepat cepat?"

"Ini udah cepat. Kalau gak pasti gue udah di hukum berdiri didepan semua siswa siswi dan juga guru guru di lapangan. Bego sih lo" sewot Queen.

"Lo yang bego. Ini udah telat upacara udah selesai"

"What?!" Queen dengan cepat melihat jam tangannya dan benar saja sudah jam delapan.

"Dan karena hari ini jadwal piket lo dan lo belum kerjain apapun. Sebagai hukumannya lo harus bersihin nih kelas saat jam pulang dan lo bersihinnya sendirian. Biar lo kapok" tukas Daffa.

"Lo gila?! Yakali ruangan sebesar ini gue yang bersihin semua? Beneran punya otak gak sih lo? Ngeselin banget sumpah! Dan gue gak bakalan ngerjain apa yang lo suruh!" Tolak Queen dengan mentah mentah.

"Lakuin atau gue lapor ke BK karena lo gak masuk upacar dan itu udah dua pelanggaran karena lo juga telat. Dan gue juga bakalan lapor ke wali kelas kalau lo gak piket hari ini" ancam Daffa dengan raut wajah yang begitu bangga.

Queen langsung membulatkan matanya mendengar ancaman Daffa barusan.

"Dasar nyebelin, kampret, sialan. Argh!" Queen langsung menendang kaki Daffa setelah mengucapkan berbagai sumpah serapahnya.

Tapi bukannya meringis kesakitan, Daffa justru mengembangkan senyuman yang terlihat mengejek. Dan itu makin membuat Queen kesal. Tapi sebelum Queen meluap luap Daffa segera keluar dari kelas di ikuti dengan satu temannya.

Queen menghela nafas panjang, berusaha menenangkan pikiran dan hatinya yang panas.

"Sabar Queen sabar" ucapnya pada dirinya sendiri.

Queen kemudian berjalan menuju bangkunya dan menaruh tasnya di senderan kursinya.

"Ra, Guru mapel jam pertama kemana?" tanya Queen kepada teman sebangkunya.

"Gak masuk. Katanya sih sakit" jawab Rara

"Mau ke kantin gak?" tawar Queen.

"Boleh" mereka berdua langsung menuju kekantin.

_________________

Nfw

Maaf kalau kalimatnya masih acak acak dan gak jelas.

Jangan lupa vote dan rekomendasikan ke teman teman kalian. Tinggalkan komentar jika ada yang kurang.

Terima kasih
See u next part

QUEENWhere stories live. Discover now