~ 00 || PROLOG ~

10 3 0
                                    

"Kamu itu bukan anak saya dan kamu itu tidak pantas untuk hidup"

"Kamu bukan adik aku, aku enggak punya adik. Walaupun punya...! itu bukan kamu, karena adikku sudah mati"

"Harusnya kamu berterima kasih, karena kami mau membesarkan mu. Tidak membunuhmu saat itu. Saya sangat menyesal! telah merawat anak sialan seperti kamu"

Air matanya terus mengalir saat mengingat kejadian tadi, kejadian yang menyayat hati. Pipi chubby-nya sudah dibanjiri air mata. Hati kecilnya tersayat, oleh perkataan tajam orang tuanya dan kakaknya.

Tangan kecilnya memeluk boneka, mencari kekuatan. Tidak lupa dengan buku diary dan pulpen kesayangan, yang ikut anak perempuan itu peluk. Merasa sudah cukup anak perempuan itu melepas pelukan. Menaruh boneka, diary dan pulpen dihadapannya.

Tangan kecilnya membuka lembaran pertama buku diary nya. Tangan mungilnya mulai menulis sesuatu disana.

Dear Diary

Diary, jika mereka tidak menginginkanku mengapa mereka merawatku?
Mengapa tidak membunuhku saja.

Diary, aku lelah... Kapan tuhan akan menjemputku pulang?
Aku sudah tidak sanggup.

Diary, aku mohon beri tahu tuhan ... Jika aku ingin pulang. Dan beri tahu pula tuhan ... buat mereka selalu bahagia, walaupun aku terluka.

Diary, jika suatu saat aku pulang... Tolong sampai rindu aku pada mereka. Bilang juga... jika aku sangat menyayangi mereka! Lebih dari segalanya.

Terima kasih, diary.

Zia

TBC

Semoga suka
Terima kasih❤❤

Go Away For GoodTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang