3. PEMIKIRAN FARHAN TENTANG AMANDA

35 3 4
                                    

NOTE.
DONT FORGET TO VOTE, OKAY?
THANK YOU.

--

"Kamu hidup di zaman dimana
kamu akan dipandang melalui
paras dan materi." -Amanda Natalie

--

🎈 Kepastian - Aurel Hermansyah 🎈

--

_DIMENSI_

3. PEMIKIRAN FARHAN TENTANG AMANDA

***

Farhan kini berada di perpustakaan. Dia sedang membaca sebuah buku yang tidak berjudul. Dia menemukannya disudut perpustakaan tertutup alat kebersihan.

Farhan duduk disalah satu bangku perpustakaan. Sekarang sudah sore, sekolah sudah sepi.

"Jangan ganggu gue," ucap Farhan.

"Gue gak ada urusan sama kalian," Farhan bicara sekali lagi.

Farhan menghentakkan buku yang ia baca ke meja didepannya. "Gue bilang gak usah ganggu gue!" bentak Farhan sambil menoleh kasar kearah belakang.

Farhan menghela nafas, lalu kembali membaca.
Tidak ada siapapun disana. Namun Farhan bisa merasakannya.

"Lo ngapain disini?" tanya Amanda yang baru saja masuk ke Perpustakaan.

Farhan menoleh datar. Lalu kembali membaca buku.

"Eh budeg!" bentak Amanda merasa kesal karena tidak dihiraukan.

Farhan berdiri lalu berjalan kebelakang Amanda. Hal itu membuat Amanda bingung, matanya mengikuti gerak-gerik Farhan. Dia mau ngapain batin Amanda.

Seketika Farhan menutup kedua mulut Amanda, membuat Amanda kaget tidak ketulungan. Gilak dia mau nyulik gue!!  batin Amanda.

Farhan membawa Amanda kedekat lemari, meski Amanda meronta-ronta minta dilepaskan, Farhan tidak melepaskannya.

Mereka sedang berada disamping lemari. Terlihat seperti bersembunyi. "Ssstt!" Farhan mengisyaratkan Amanda untuk diam dengan jari telunjuknya.

"Kalo lo gak bisa diam, kita dalam masalah," bisik Farhan.

"Janji, diam?" 

Amanda yang bingung hanya mengangguk. Farhan kemudia melepaskan Amanda.

"LO NGAPAIN ANJ--" ucapan Amanda terpotong saat Farhan meletakkan jari telunjuknya di bibir Amanda.

Farhan menarik Amanda untuk duduk. "Gue gak mau ngulangin perkataan gue untuk kedua kali. Jadi simak semua ucapan gue," ujar Farhan.

"Kalo gue bilang berdiri, berarti lo harus berdiri. Kalo gue bilang tampar, lo harus nampar. Kalo gue bilang lari, lo harus lari sekencang-kencangnya. Paham?" ujar Farhan namun Amanda hanya diam memandangnya datar.

"Paham gak?" bisik Farhan.

"Iya, iya paham," balas Amanda.

DIMENSITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang