01

189 125 308
                                    

Toktoktok

"Masuk!"

"Masukin bajunya!" Tegas sesorang yang mengetuk pintu.

"Pak saya mau melaporkan anak kelas 11 IPS 4 yang berusaha kabur dari sekolah." Lanjutnya.

"Duduk!" ujar Bapak itu kepada anak kelas 11 IPS 4 itu.

"Mau kabur kemana Arshen Mahendra?" Tanyanya.

Arshen yang tak merasa bersalah itu tidak menjawab pertanyaan sambil mengalihkan matanya kearah pojok ruangan.

"Udah berapa kali masuk BK? Ga malu?" Tanyanya.

"Nggak," jawab Arshen tak bersalah.

"Ya amp...." kata katanya ter potong.

"Pak singaa! Aku buru buruu bangettt! Sumpah deh! Boleh ya Pakk pulang duluann?" Kata Arshen.

"Gak boleh! Cepet balik ke kelas lanjutin pelajaran! Poin 15!" Kata Pak Sing sambil menulis poin arshen.

Arshen pun berjalan keluar dari ruang BK. Vano yang tadi melaporkan masih mengikuti Arshen keluar.

----------------------------

-Kelas-

Seperti biasa, saat pelajaran, yang dilakukan arshen hanya tidur. Ia menempati kursi yang paling belakang agar tidak ketahuan guru.

"Shen! Gagal lagi?" Tanya Nandra satu satunya temannya yang ada di sekolah ini.

Arshen mulai menatap Nandra yang duduk didepannya.

"Iya! Ketauan ketos gila!" Kata Arshen singkat dan langsung melanjutkan tidurnya.

Nandra menertawai temannya itu. Dari kesekian kalinya Arshen ingin kabur, hanya 15% yang berhasil.

-Jam Pulang-

Arshen berjalan menuju gerbang sekolah, sambil memakan permen karet dan dengan seragam yang sangat lusuh, walaupun begitu, berpuluh puluh perempuan sedang memandang Arshen secara diam diam.

"Mau pulang kemana?" Tanya Nandra yang tiba tiba datang ke Arshen

"Rumah bentar, trus ke markas!" Jawab arshen.

"Ooohh, yaudah gw duluan!"

"Hm"

Arshen berjalan menuju halte bus dekat sekolah. Dan pulang kerumah nya menaiki bus.

-Rumah-

"Makan shen!" Kata seorang perempuan paruh baya yang sudah lama berkerja di rumahnya.

"Nanti deh bi, arshen mau mandi terus langsung pergi!" Kata arshen.

Arshen pun langsung masuk ke kamarnya dan bersih bersih badan. Setelah itu
ia mengambil tas kecil di gantungan tasnya dan langsung lari ke lantai bawah.

"Bii, nanti kalo papa nyari bilang aj kalo arshen lagi pergi yaa!" Pamit arshen.

"Yaa, nih bawa aja makanannya udah bibi siapin!" Balas bibi.

"Ohh okeh makasih bi!"

Ia mengambil kunci motornya dan bergegas ke markas.

-------------------------

"Sore pak!" Sapa Arshen.

"Apaan dah tumben nyapa!" Kata seorang polisi.

"Pak Te mana?" Tanya arshen.

"Belom nyampe!" Jawab Pak harit.

Bener. Markas arshen adalah kantor polisi. Dia sudah berteman sekitar 1½ bulan dengan pak polisi yang ada disana.

ARSHENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang