Blood

142 17 19
                                              

HAPPY READING

Note : maap kalo ga sesuai ekspektasi

🍀🍀

Sinar matahari yang tidak terlalu terik di pertengahan hari, duduk dan berbincang santai dengan anggota dihalaman belakang adalah kegiatan yang tepat dilakukan pada waktu ini. Makanan hasil racikan Yeonjun juga tertata dengan rapih diatas meja.

Evaluasi mingguan bagi Txt adalah rutinitas yang bisa dibilang menyenangkan. Mereka akan saling mengoreksi segala yang dilakukan satu minggu terakhir. Memperbaiki dan menambah, setidaknya itu yang didapat dari weekly evaluation.

Hal pertama yang mereka lakukan adalah makan makanan pembuka ala hawai hasil masakan Yeonjun dan ide dari Hueningkai. Semua orang makan dengan lahap, masakan yang sempurna untuk seorang pria.

Weekly evaluasi dimulai dengan topik utama 'Dancing'. Menari dalam sebuah idol group adalah hal wajib yang harus dikuasai anggotanya. Tentu dengan Yeonjun yang mengkritik dan mengoreksi pertama. Dia dancer utama dalam group.

Tidak ada perbincangan yang menyudutkan, mendengar kritik dari orang lain dan melihat diri sendiri adalah ketentuan utama.

Ditengah perbincangan itu terdengar dering ponsel dari atas meja. Semua yang serius mendengar arahan Yeonjun menjadi teralihkan pada ponsel itu. Soobin sang pemilik ponsel membiarkannya tetap berbunyi tanpa mengangkat atau mematikannya. 15 detik berlalu akhirnya benda pipih itu berhenti bersuara.

Namun selang beberapa detik kembali berbunyi. Soobin juga masih mengabaikannya, dia terlalu muak dengan situasi seperti ini.

Taehyun angkat bicara "Hyung, angkat itu".

"Tidak, biarkan saja. Ayo fokus pada materi"

Kai mendecak sedikit tidak suka dan mengundang mata para anggota untuk melihatnya termasuk Soobin. Lalu dengan segera Soobin mengubah setelah notifikasi yang sebelumnya berbunyi menjadi mute.

Namun sasaeng tetaplah sasaeng. Dia akan berusaha berkali kali agar tujuannya tercapai. Setidaknya hal itu bisa untuk menjadi bahannya pamer pada teman temannya. Sasaeng akan merasa bangga saat dirinya berhasil mengusik idolnya. Gila memang. Tidak, mungkin lebih dari gila.

Sekitar dua jam berlalu dengan segala perbincangan mingguan kini semua anggota masih duduk dan memakan makanan yang belum mereka santap. Juga dengan obrolan santai dihari minggu.

Soobin melihat ponselnya, ada lebih dari seratus panggilan masuk dari sasaeng. Setidaknya ada 20 nomor yang berbeda. Wajahnya berubah menjadi sangat masam saat salah satu dari mereka kembali memanggilnya.

"Aku akan ke kamar kecil" pamitnya, Yeonjun dan yang lain hanya mengangguk tanpa menyadari adanya keanehan pada diri Soobin.

Sampai di dapur Soobin menggeser ikon hijau dilayarnya. Menempelkan benda canggih itu didekat telinganya. Ditelpon Sasaeng bukan hal awam baginya, namun mengangkat panggilannya adalah hal yang baru dia lakukan.

Sasaeng itu mulai berbicara dengan nada serius, tapi bagi Soobin itu adalah hal konyol, bodoh, dan sangat tidak ber adab.

"Choi Soobin oppa, aku mencintaimu. Akan aku pastikan bahwa aku akan membawamu pergi. Jangan pernah menghindariku, karena apapun akan aku lakukan untuk mendapatkanmu."

"Orang tuaku kaya, mereka memiliki sangat banyak uang. Dan aku tak perduli harus mengeluarkan berapa lembar dolar untuk mendapatkanmu."

"Aku bisa saja.... menghabisi setiap orang yang menghalangiku. Termasuk.... kau tau..."

The Hidden | 수빈 | --[REST]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang