chapter 2

936 111 89
                                    

"love is like the wind, you can't see it, but you can feel it"

- nicholas sparks

Maaf menuhin notif akhir-akhir ini aku cuma ngerevisi beberapa chapter aja kok

Maaf menuhin notif akhir-akhir ini aku cuma ngerevisi beberapa chapter aja kok

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Bayang kan jika kalian bertemu dengan mantan kekasih, apa yang kalian lakukan?

Mungkin bersikap biasa saja, ya itu lah yang Airin lakukan sekarang walau kenyataan nya Airin menahan mati-matian kejolak di hati nya, kendati presensi Kim itu kembali datang dalam hidup nya tanpa sengaja dalam pribadi yang berbeda pula, si Ayah muda yang dulu selalu Airin banyangkan hidup bersama dengan nya lalu memiliki keluarga kecil.

"Jika nama anak kita nanti Kim Taerin- bagus tidak?"

Dulu pertanyaan itu selalu Airin dengar dan di balas dengan anggukan kecil dan senyuman lucu, kali ini Airin hanya bisa membayangkan ketika mengetahui fakta sesungguh nya bahwa Kim Taehyung sudah menjadi suami dari wanita lain dan mereka sudah memiliki buntalan yang begitu menggemas kan yang kini terasa begitu lucu karena hasil buah cinta Taehyung dan istri nya berada di pelukan nya, mengusak memeluk begitu nyaman—terlelap.

Keheningan malam begitu terasa menggelitik rongga dada Airin, jantung nya berpacu lebih cepat kali ini, bagai mana tidak bayang kan jika kalian tidur satu ranjang dengan suami orang, berbeda dengan Taehyung, ia berbaring kelewat santai dengan kedua tangan di lipat di depan dada, terpejam dengan nafas teratur, seolah tidak terjadi apa-apa.

Airin melepaskan kukangan tangan mungil yang memeluk nya, begitu pelan tak ingin kedua anak manusia beda umur itu terbangun karena nya

Helaan nafas panjang setelah pintu kamar itu di tutup begitu pelan menyirat kan rasa lega yang sebelum nya di kuasai keresahan, Airin berjalan menuju dapur entah ke mana rasa kantuk nya tadi pergi yang jelas saat ini Airin hanya ingin membasahi kerongkongan nya yang terasa kering seperti habis maraton sejauh 10 km.

Jika di acara uji nyali mungkin Airin sudah melambaikan tangan ke camera, tapi ini beda banyak rahasia yang mungkin harus ia ketahui terutama untuk pribadi Kim itu, bukan setahun atau dua tahun Airin mengenal nya, justru Airin mengenal dekat sangat dekat seperti apa Taehyung.

Bahkan mereka pernah tidur satu ranjang. Tidak, Airin tidak ingin mengingat itu lagi ia menepis nya cepat walau tidak ada hal di luar batas terjadi pada saat itu, tapi tidak bisa di pungkiri saling mencumbui jelas saja ada.

Airin meneguk beberapa kali air putih sekedar mendamaikan rasa kacau di benak nya sembari menatap wajah bulan dari kaca jendela yang tampak masi bersembunyi di balik awan hitam paska hujan beberapa jam lalu.

"Kau belum tidur?" hampir saja gelas kaca yang berisi setengah air putih itu terlepas jika saja Airin tidak menahan nya begitu kuat, terkejut-jelas saja, ingin sekali Airin mengumpat ketika mendapati Taehyung tengah berdiri di samping kulkas dengan satu kaleng cola di tangan nya.

Hiraeth | KthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang