Ziggy Stardust (July 5, 2020)

535 56 0
                                    

Tonight I can write the saddest lines
I love her, and sometimes she loved me too.

—Pablo Neruda, Twenty Love Poems and a Song of Despair

Pukul satu pagi, kucingku memintaku ke toko buku. Ia berkata bahwa ia ingin bertemu dengan ayahnya yang ada di salah satu buku puisi keluaran terbaru.

Ia berlari ke lemari pakaian milik kakakku. Ia mengganti bajunya dengan gaya kasual seperti hewan di dalam dongeng-dongeng Beatrix Potter. Ia mengambil lipstik, memakai bedak, topi bonet dan celana panjang milik adiknya yang kebesaran.

Ia menyarankanku untuk memakai baju kasual yang diberikan ibuku tahun lalu. Ia juga memberikanku celana linen yang ia temukan di lemari miliknya. Aku ingat celana itu adalah celana yang kami beli bersama. Pakailah ini, aku bosan melihat celanamu yang itu-itu saja. Katanya.

Kami keluar dari kamar—ia memakai harness biru milik ibunya. Di dapur, ia sempat meminta izin pada adiknya yang sedang makan. Adiknya bertanya mau ke mana—ia bilang ia mau menitip makanan karena stoknya sudah mau habis.

Sebenarnya, ia baru saja sembuh dari sakit. Tapi, ia ingin buru-buru bertemu ayahnya yang sedang banyak dibeli orang. Mungkin ayahku sudah punya banyak uang. Katanya.

Kemudian, sesampainya di toko buku kami menemukan buku puisi ayahnya. Di sampul belakang, ayahnya menulis bahwa ia sudah mengirimkan salah satu balon pada anak lelaki kesepian di Yorkshire.

Ayahmu Tumbuh di Halaman BelakangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang