Mas Tua!!-2

15.2K 1.1K 31
                                    

"Bertingkah sewajarnya jangan sampai merugikan orang lain"

-Mas Tua!! -

_Nur Apni_

🌸🌸🌸


Melihat halaman rumahnya penuh dengan dedaunan kering yang jatuh Markonah atau Onah mengambil sapu lidi dan pengeruk sampah untuk membersihkan halamannya mulai dari samping sampai depan rumah. Walau rumahnya sederhana dan cat nya sudah pudar Onah bersyukur karena ini adalah salah satu peninggalan kedua orangtua nya. Entah jadi apa Onah kalau tidak ada rumah ini mungkin ia tidur beratapkan langit bukan beratapkan genteng.

Onah masih memikirkan bagaimana ia membayar hutang Mas ganteng itu sedangkan gaji nya hanya cukup untuk bayar hutang diwarung kalau hutang diwarung tidak dibayar ia pasti tidak boleh hutang lagi dan mau makan apa ia. Kenapa hidupnya jadi begini orangtua sudah meninggal, sekolah cuma lulusan SMP kerja cuma jadi pembantu tapi Onah tetap bersyukur karena masih bisa bernafas apapun dilakukan demi menyambung kehidupan nya walau disaat yang bersamaan teman-teman sebayanya ada yang kuliah dan selalu pamer apa yang mereka punya. Sedangkan Onah apa yang patut dibanggakan? Onah selalu berdoa semoga punya suami orang kaya terus tidak pelit agar hidupnya lebih baik lagi dari ini. Lelah banget.

"Markonahhhhh,"

"Onah lo gak apa-apa? Gak dibawa om-om yang kemarin. Gue minta maaf ya langsung pergi. Lo kan tau kalau gue buat masalah gue gak bakal boleh keluyuran lagi." Lanjutnya

Sahabat laknat nya ini emang benar-benar dikira Onah apaan kali ya sampai dibawa om-om.

Mendengus. "Lo mah gak setia kawan. Asal lo tau gue jadi punya hutang kan mau bayar pake apa gue Neng, sedangkan gaji gue buat bayar kasbonan diwarung. Lo enak baba sama enyak lo ada jadi gak repot mikirin hidup. Lagi gue? Lain kali difikir dulu kalau mau apa-apa biar gak ngerugiin orang Neng!"

Neneng yang dimarahin pun hanya diam. Memang benar ini salahnya tapi dia juga bingung mau bantu gimana sedangkan dia juga belum bekerja, uang kuliah dan uang jajan pun masih orang tua yang biayai. Punya tabungan tapi hanya buat beli buku-buku biar meringankan orang tuanya kalau tabungan itu dikasih ke Onah nanti tiba-tiba ada buku yang dibeli dia gak punya uang buat nambahin. Biarkan dia egois. Karena memang Onah ini lebih dewasa dan lebih bisa berfikir cara menghadapi semua masalah tidak seperti dirinya.

"Ck. Malah diem. Mau ngapain lo kesini? Tumben lo udah keluyuran biasanya masih kuliah?"

"Gue udah pulang. Gue minta maaf ya. Lo bilang aja mau gue bantuin apa? Asalkan jangan duit ya gue gak punya. Walau ada tapi itukan buat keperluan kuliah lo kan tau gue dan keluarga gue Onah."

"Do'ain aja. Biar gue bisa bayar dan bisa dapat duit kaget lumayanlah buat bayar hutang-hutang gue. Gue udah maafin lo kok tapi lain kali bertindak jangan sampai merugikan orang lain,"

"Iya terimakasih sahabat seorok, "

Neneng langsung memeluk Onah. Walau Onah serba kekurangan tapi Onah gak pernah mengeluh dan dia tahu cara menghadapi nya. Neneng senang bisa mempunyai sahabat seperti Onah karena bagaimanapun tingkahnya Onah tetap menyayangi nya dan selalu memafkannya.

"Ketek lo bau Neng, kan gue udah bilang pake deodorant biar gak bau cuma 3 ribu per sasect Neng gak bikin lo kekurangan,"

"Hehe tadi gue lari-lari jadi bau Onah. Lagian ini baju dari pagi terus gue gak mandi karena telat,"

"Kebiasaan lo! "

Inilah yang dinamakan sebuah persahabatan tahu baik buruknya sang sahabat. Jangan pernah merasa bersahabat kalau belum seperti mereka. Marah yang sewajarnya saja dan jangan mudah tersinggung itu baru dinamakan persahabatan.

TBC.

Publish, 30 Oktober 2020

Ramaikan oke.

Liat profil ku ya ada cerita lain.
Sudah 15 chapter.

Salam cinta

Nur apni

Mas Tua!! (SELESAI-Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang