chapter 1

826 111 168
                                    

“awkward morning”

“awkward morning”

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





Suara dentingan antara sendok dan gelas kaca yang terisi penuh oleh air berwarna coklat dengan aroma cofe yang memenuhi ruangan tersebut menanda kan pagi sudah menjelang, laki-laki dengan celana jin's dan kaos putih, terlihat rambut yang tampak masi berantakan asik mengayun sendok di dalam gelas sekedar melarutkan bubuk dan gula sebagai minuman pembuka pagi lantas penghuni perut nya yang sudah memberontak.

Cahaya matahari samar menembus kain tipis yang menutupi jendela seolah masi malu untuk menampakan lebih cahaya nya,  hal itu itu sama sekali tidak membangunkan Airin jika saja jari-jari mungil yang sengaja menusuk pelan pipi nya hingga membuat Airin merubah posisi nya menjadi duduk dengan sebelah mata terbuka mengintip mahluk yang sudah mengacaukan mimpi indah nya

"Jungki!."ujar Airin dengan suara serak ketika mendapati si buntalan nakal yang sudah membangunkan nya, Jungki mengerling jenaka sembari tersenyum hingga menampakan gigi mungil yang jumlah nya masi sedikit.

Jika bukan anak sang mantan, ah bukan begitu—anak majikan lebih tepat nya, mungkin Airin sudah meletkan nya di luar rumah di jemur agar kulit nya sedikit coklat karena bocah ini kelewat putih.

"Bibi ayo bangun kita main mobil-mobilan." ajak Jungki sembari menarik lengan Airin yang seolah enggan beranjak dari kasur"appa, sudah menunggu di bawah."apa yang di ucapkan Jungki mampu membuat kesadaran Airin kembali, sedikit terkejut dan membulatkan mata nya, Airin lupa tugas nya saat ini.

Airin berdiri meraih tubuh mungil bocah yang ada di hadapan nya, membawa kedalam gendongan dan bergegas meninggal tempat ternyaman itu sedikit berlari menuruni anak tangga yang langsung tertuju pada dapur.

Belum sepenuh nya menuruni anak tangga langkah Airin terhenti ketika mendapati pemandangan yang membuat nya tak bisa berkedip beberapa detik kendati mendapati presensi Kim Taehyung yang juga menatap nya  dengan posisi kelewat santai, berdiri bersandar pada pantry dengan sebelah tangan nya yang sengaja dimasukan kedalam kantung celana, sembari menyesap cofe yang ia buat beberapa menit lalu.

Sementara Jungki asik merebahkan kepala nya di perpotongan leher Airin
Yang membuat taehyung membuka suara di tengah suasana hening yang mencekam bagi Airin."pagi-pagi saja kau sudah membuat appa iri!"

Butuh beberapa detik bagi Airin mencerna omongan Taehyung dan dengan segera menurunkan Jungki yang ada di gendongan nya perlahan,"bibi wangi, padahal belum mandi"ujar Jungki yang membuat Airin terkekeh pelan.

"Kau nakal, masi kecil sudah berani mencium ku, hmm?"Airin tersenyum kelewat manis sembari mencubit pelan pipi gembil milik Jungki.

hiraeth | KthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang