chapter 1

1.1K 146 172
                                    

Pejalan kaki mulai memenuhi sesak di jalanan kota metropolis itu.

Setiap orang punya cara sendiri untuk memulai pagi, secangkir teh dengan roti selai rasanya sebua hal yang memang sudah menjadi kebiasaan. Dua puluh menit berlalu Airin habiskan hanya untuk menyiapkan kan segala keperluan Taehyung dan anak nya di atas meja makan. Perlu di ingat lagi Airin adalah asisten rumah tangga sekaligus baby sitter sekarang.

Airin masi ingat sekali bahwa Taehyung menyukai coklat hangat di pagi hari, maka dari itu ia sudah mempersiapkan segelas coklat hangat yang mungkin menjadi salah satu hal yang wajib berada di atas meja makan, hari weekend seperti ini mungkin Taehyung akan bangun siang tapi nyatanya tidak berlaku bagi pria overworked itu, Taehyung sudah berdiri di ambang pintu antara dapur dan ruang yang lain memerhatikan Airin tanpa di sadari wanita itu, seperti cctv yang sedang mengawasi di setiap sudut ruang yang begitu banyak terdapat bongkahan emas.

Taehyung masi mengenakan pakaian rumahan biasa, kaos putih dan celana baggy selutut, rambut nya masi berantakan dan kedua tangannya sengaja di lipat di depan dada. Manik nya bahkan tak lepas dari iras cantik yang sedang mondar-mandir di dapur dengan piyama satin selutut yang membalut tubuh ramping itu.

Presensi Airin di sana tentu tak lepas dari banyaknya pertanyaan yang mberontak di benak Taehyung, kenapa harus gadis itu dari sekian banyak tenaga kerja di Korea, lagi pula Taehyung pikir dari riwayat selama ia mengenal Airin, gadis itu bukan termasuk dari kalangan orang-orang yang butuh uang, maksud nya Airin termasuk gadis yang lahir dari keluarga berada bahkan sudah menyandang gelar sarjana di salah satu universitas ternama di seoul bahkan dulu Taehyung sering kali mengantar jemput Airin kala mereka masi menjalin kasi. Omong-omong Taehyung kakak tingkat Airin hanya saja mereka kuliah di universitas yang berbeda dan terakhir yang Taehyung tahu Airin pulang ke Busan setelah wisuda nya dan hubungan mereka berakhir secara tak menyenangkan.

Taehyung tak ingin mengulik kehidupan Airin setelah berpisah dengan nya karena tidak punya ikatan apapun walau Taehyung begitu penasaran dengan apa yang terjadi, Taehyung yakin waktu akan menjawab semua nya dan sedikit membayar rasa bersalahnya walau persentase keberhasilan itu kurang dari satu persen.

"Selamat pagi" sapa Taehyung dengan langkah gontai dan kedua tangan yang sengaja dimasukan kedalam saku celana, berjalan menghampiri meja makan dan menarik salah satu kursi di sana.

"Pagi" Airin melemparkan senyumannya juga kala ia bersitatap beberapa detik dengan Taehyung, lalu gadis itu meletakan secangkir coklat hangat tepat di atas meja di hadapan Taehyung.

Taehyung memerhatikan gelas yang terisi penuh dengan asap yang masi mengepul di atas nya tanpa sadar bibir nya tersenyum dengan jemari yang sudah memegang sendok untuk mengaduk. Ia menyesap nya pelan karena masi terasa panas lalu kembali memerhatikan Airin yang sibuk dengan cucian piring kotor di wastafel. Tidak ada yang berubah dari gadis itu bagi Taehyung tetap gadis yang pernah ia cintai dahulu hanya saja mangkin dewasa dan lebih cantik.

Entah kenapa Airin pikir rasanya ada mata yang sedang mengawasi setiap gerak geriknya di sini, wanita itu sama sekali tak berani menoleh ke arah Taehyung walaupun ia tahu mungkin pria itu sedang memerhatikan nya sedari tadi, beruntung pekerjaannya cukup banyak jadi bisa sedikit mengurangi rasa canggung.

"Kau sudah sarapan?" Tanya Taehyung saat Airin sudah selesai dengan kerjaan nya.

Airin mengangguk "Sudah kok"

tentu saja Airin belum menyentuh makanan selain air putih
Ia tentu tak ingin jika saja tiba-tiba Taehyung menawarinya untuk ikut makan bersama walau alih-alih hanya 80 persen sekedar bertanya saja, Airin tak ingin terlalu percaya diri dan lebih memilih untuk pergi dari sana.

Hiraeth | KthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang