My First and Last

255 58 12
                                                  

Mark

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mark. Ini adalah hari perdana anak lelaki bernama Mark itu memasuki bangku kelas dua sekolah dasar.

Dengan bersemangat ia masuk ke kelas barunya, anak tersebut dapat melihat beberapa teman yang pernah satu kelas dengannya dan beberapa pula yang baru ia temui.

Karena merasa bel masuk masih agak lama, dan Mark belum akrab dengan semua murid di kelas barunya, akhirnya anak lelaki keturunan Kanada itu pergi ke luar untuk mencari mantan teman sebangkunya alias teman dekatnya.

Namun bukan mencari teman dekatnya itu, pandangan Mark malah tertuju pada anak lelaki yang menangis di pelukan seorang wanita yang Mark tebak adalah Ibu dari anak itu.

Memang banyak anak yang menangis seraya memeluk orang tua masing-masing di depan gerbang sekolah karena ini hari pertama, namun fokus Mark hanya pada satu anak lelaki.

Tungkai Mark melangkah, membawa tubuhnya menuju anak yang menjadi pusat perhatiannya.

Ibu dari anak itu tersenyum pada Mark dengan ramah, walau wanita itu nampak rusuh karena sang putra yang masih menangis.

"Halo, namanya siapa?" tanya wanita tersebut ramah.

Mark dengan malu-malu menjawab, "Malk.."

"Mark?"

"Iya..."

"Mark kelas berapa?" tanya wanita itu lagi, tangannya sedang sibuk mengelus-elus kepala sang putra yang tak berhenti menangis.

"Kelas 2," jawab Mark, malah memperlihatkan tiga jari. Ibu dari anak yang menangis itu terkekeh kemudian melipat satu jari Mark agar menjadi dua, "Dua tuh ini, Mark."

Mark yang sadar bahwa ia keliru langsung menyengir polos.

Wanita itu menurunkan sang putra dari gendongannya, namun anaknya itu malah memeluk kedua kaki sang Ibu.

"Sayang, liat itu ada Kakak Mark. Kakak Mark mau liat adek loh."

Anak itu akhirnya menoleh. Ia terlihat sangat manis. Matanya merah dan masih menampung air mata, hidung bangirnya memerah pula, dan sisa-sisa air mata di wajahnya membuatnya sangat menggemaskan.

"Kenapa nangis?" tanya Mark, ia mendekat pada anak lelaki yang masih sesenggukan di depannya.

"N-nanti Jeno ditinggal Buna..." lirih anak itu, sepertinya ia bernama Jeno.

Sang Ibu mensejajarkan tubuhnya dengan putranya, "Bunda ga ninggalin Jeno, Bunda tunggu di sini. Karena Bunda ga boleh masuk. Sekarang Jeno sudah SD, Jeno harus bisa sendiri. Iya, sayang?" Wanita itu menghapus air mata sang putra yang kembali terjatuh.

"Mark mau ga nemenin Jeno?" tanya wanita itu pada Mark yang hanya berdiri memperhatikan pasangan Bunda-Anak itu.

Mark mengangguk kecil, "Iya, Malk mau."

First Love | MarkNo ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang